Agung Laksono: Meski Beda Pilihan, Persatuan Harus Tetap Dijaga

0
Ketua Umum PPK Kosgoro 1957, HR Agung Laksono

JAKARTA (Suara Karya): Proses kontestasi Pileg dan Pilpres harus dipandang sebagai layaknya pesta demokrasi yang riang gembira, tanpa friksi apapun. Pilihan boleh berbeda, namun harus diingat bahwa demokrasi dihadirkan untuk mengelola perbedaan pandangan dan sikap politik di satu sisi, tetapi juga harus mengatur untuk menghindari konflik yang acapkali memanas atas nama demokrasi pada yang lain.

Pernyataan tersebut, disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957, HR Agung Laksono, dalam sambutan puncak perayaan hari ulang tahun (HUT) Kosgoro 1957, di Jakarta, Rabu (28/11/2019).

“Bagi Kosgoro 1957, hal ini hanya dapat dicapai jika ikut ditopang oleh kesadaran bahwa persatuan dan kesatuan bangsa sangat jauh lebih penting untuk dijaga meskipun berbeda pilihan,” ujar Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar ini.

Dalam posisi itu, menurut Agung, Kosgoro 1957 sebagai kekuatan kemasyarakatan yang mendirikan Partai Golkar, maka sikap politik Kosgoro 1957 sejalan dengan sikap politik Partai Golkar, terutama untuk calon presiden dan calon wakil presiden pada Pilpres 2019.

“Pilihan ini, tentu saja bisa berbeda dengan yang lain, tetapi di tengah perbedaan itu, maka kita sama untuk persatuan dan kepentingan bangsa. Dalam perspektif itulah, maka Kosgoro 1957 berpendapat bahwa biarkan perbedaan itu hadir saat kontestasi politik praktis, tetapi pada akhirnya kita akan menyatu pada sebuah praktek politik mulia menolak dan menghindarkan kemenangan yang dicapai dengan menghalalkan segala cara, melainkan semata demi kepentingan bangsa dan kemajuan bangsa dalam mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar mantan Ketua DPR ini.

Pada kesempatan itu, Agung juga menyampaikan sikap organisasinya yang ditandatangani oleh seluruh Pimpinan Daerah Kosgoro 1957, untuk mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Jokowi-Ma’ruf pada Pilpres 2019.

Deklarasi dukungan ini, disampaikan di hadapan Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Erick Tohir dan seluruh undangan yang hadir, seperti Ketua Umum DPP partai Golkar, Airlangga Hartarto, Ketua DPR Bambang Soesatyo, anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Agum Gumelar, sejumlah tokoh senior Partai Golkar, seperti Akbar Tandjung dan Theo L Sambuaga, serta sejumlah tokoh Golkar lainnya.

“Memahami posisi politik Kosgoro 1957 sebagai pengemban aspirasi politik kader dan anggota, maka pada malam hari ini bersamaan dengan puncak HUT ke-61 Kosgoro 1957 yang dihadiri keluarga besar Kosgoro 1957 dari seluruh Indonesia, untuk mendeklarasikan dan menegaskan komitmen dan dukungan politik pencalonan Bapak Joko Widodo dan Bapak KH. Ma’ruf Amin sebagai calon Presiden dan calon Wakil Presiden periode 2019-2024 demi kemajuan dan kesejahteraan bangsa Indonesia ke depan,” kata Agung, saat membacakan naskah deklarasi.

Dia berjanji, seluruh keluarga besar kosgoro 1957 di seluruh Tanah Air akan bekerja keras untuk memenangkan pasangan yang diusung oleh Partai Golkar bersama dengan partai koalisi dan dengan para relawan lainnya.

“Kami senantiasa berdoa serta berjuang dengan sungguh sungguh agar kemenangan Bapak Ir Djoko Widodo dan KH Ma’ruf Amin dapat dicapai dengan bermartabat dan terhormat,” ujarnya. (Gan)