Akbar Tandjung Sebut Partai Golkar Dalam Ujian Berat

0
Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung dan Ketua Dewan Pakar HR Agung Laksono, meresmikan posko pemenangan Caleg DPR Lamhot Sinaga di Doloksanggul, Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (24/10/2018). (suarakarya.co.id/Istimewa)

HUMBANG HASUNDUTAN (Suara Karya): Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar Tandjung mengingatkan saat ini Golkar dalam ujian yang sangat berat. Hasil-hasil survei yang ada masih menempatkan partai dalam posisi yang memprihatinkan.

“Ini harus melecut kita. Hari-hari ini sangat menentukan. Kita tertantang untuk mempersiapkan kerja politik, mengatur strategi untuk memenangi pemilu,” kata Akbar Tandjung saat menggembleng kader-kader yang hadir dalam Rapimda I Partai Golkar Kabupaten Humbang Hasundutan, di Doloksanggul, Rabu (24/10/2018).

Hadir dalam rapimda itu Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar HR Agung Laksono, Ketua DPP Lamhot Sinaga, dan Ahmad Doli Kurnia Tandjung yang juga Plt Ketua DPD I Partai Golkar Sumatera Utara, dan anggota FPG DPR Rambe Kamarul Zaman.

Diketahui, dalam kunjungannya Akbar dan Agung Laksono juga meresmikan posko pemenangan Lamhot Sinaga, Caleg DPR dari Dapil II, Sumatera Utara, di wilayah Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan .

Posko pemenangan Caleg DPR dari Partai Golkar, Lamhot Sinaga di Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara.

Lebih lanjut Akbar mengajak seluruh jajaran Golkar untuk mengoptimalkan kerja untuk menang. Kerja politik harus habis-habisan. “Kita tidak bisa setengah-setengah. Kita tidak bisa pandang enteng partai lain, termasuk partai-partai baru,” ujarnya. Karena itu, para pimpinan di tingkat pusat turun ke bawah untuk mendorong semangat juang di daerah-daerah yang merupakan basis untuk kemenangan Golkar.

Dikatakan, DPP Golkar telah menargetkan mendapatkan 110 kursi dalam pemilu mendatang atau sekitar 18 persen dari seluruh kursi di parlemen.

Dia mengingatkan, dalam perjuangan ini semua harus seiring sejalan, solid dan tidak ada sikap mendua atau sikap ragu-ragu. “Jangan ada agenda sendiri-sendiri. Kita harus bersatu, saling mendukung dan saling memperkuat,” katanya.

Menurutnya, survei yang ada masih sangat memprihatinkan, yakni menempatkan Golkar sebagai partai papan tengah, sekitar perolehan 9 – 10 persen suara pemilu.

“Ini tidak boleh terjadi. Dalam pemilu nanti Golkar harus menempatkan diri dalam posisi sebagai dua besar pemenang pemilu,” ujarnya.

Wakil Ketua Dewan Kehormatan Akbar Tandjung, memberikan pengarahan kepada kader partai pada acara pembukaan Rapimda I Partai Golkar Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara, Rabu (24/10/2018). Pada kesempatan tersebut, Akbar meminta kader Golkar mempersiapkan strategi politik untuk memenangkan kontestasi pada Pemilu serentak 2019. (suarakarya.co.id/Istimewa)

Untuk itu, pemantapan strategi pemenangan di dapil-dapil akan sangat menentukan efektifitas kerja para kader dan perolehan kemenangan. “Optimalkan caleg-caleg kita dalam perjuangan,” sambil mengingatkan, Partai Golkar minimal harus tetap berada pada posisi papan atas atau dua besar pemenang pemilu. Akbar tidak mau Golkar hanya menjadi partai papan tengah. Dia juga tidak bisa menerima Golkar melorot menjadi partai papan bawah.

“Minimal harus menjadi dua besar agar partai kita tidak dianggap enteng,” katanya tegas.

Dahulu lanjut Akbar, saat situasi dan kondisi perpolitikan nasional tidak menguntungkan Golkar pada Pemilu 1999, Golkar masih mampu menjadi pemenang kedua dalam pemilu. Demikian juga saat Pemilu 2004, Golkar mampu menjadi pemenang pertama pemilu.

“Itu semua merupakan hasil kerja keras,” ujarnya. Karena itu, Akbar optimis, Golkar dalam Pemilu mendatang dapat meraih posisi dua besar, bahkan sebagai pemenang pemilu apabila seluruh potensi kader dapat bergerak bersatu padu untuk meraih kemenangan. (Agus Sunarto)