Kongres Kebudayaan Indonesia Digelar 5-9 Desember

0

JAKARTA (Suara Karya): Kongres Kebudayaan Indonesia (KKI) akan digelar pada 5-9 Desember 2018 di area Kantor Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Senayan Jakarta. Hasil KKI akan digunakan untuk merumuskan kebijakan dalam strategi kebudayaan nasional.

“Pembuatan strategi kebudayaan ini merupakan amanat dari Undang-Undang (UU) Nomor 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan,” kata Dirjen Kebudayaan, Kemdikbud, Hilmar Farid kepada wartawan, di Jakarta, Senin (3/12).

Hilmar dalam kesempatan itu didampingi Sesdirjen Kebudayaan, Sri Hartini, arsitek panggung rumah bambu yang dijadikan ikon KKI 2018, Novi Kristinawati Sutono dan penyair Jose Rizal Manua.

Hilmar menambahkan, draft Strategi Kebudayaan Nasional nantinya akan diserahkan kepada Presiden RI untuk disahkan. Ketetapannya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam membuat kebijakan untuk pemajuan kebudayaan di Tanah Air.

Ditambahkan, Strategi Kebudayaan menjadi landasan pembuatan kebijakan, karena isinya sangat riil. Sebelumnya, pemerintah kabupaten/kota diminta untuk membuat pokok-pokok pikiran kebudayaan daerah (PPKD). Tercatat, ada 296 PPKD kabupaten/kota yang masuk, dari total 514 kabupaten/kota yang ada di Indonesia.

“Jujur saja, ini melampaui target awal kita,” ucap Hilmar seraya menambahkan pada tingkat provinsi, PPKD yang masuk sudah 28 dari 34 provinsi yang ada.

Disebutkan, tiga hal utama pelaksanaan KKI 2018. Yaitu, tempat pembuatan kebijakan, tempat belajar dan interaksi publik. Beragam acara digelar mulai dari kuliah umum, diskusi publik, pertunjukan musik inspirasi kerja budaya, pameran kesenian hingga pagelaran seni di jalan Sudirman yang bertepatan dengan event car free day.

“Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya. Jika tertarik, publik bisa mendaftar secara online,” kata Hilmar seraya menyebutkan narasumber berkompeten dari berbagai bidang keilmuan dan profesi.

Sebagai ruang terbuka, KKI diharapkan menjadi tempat masyarakat berinteraksi. Beragam kegiatan menyenangkan, menambah wawasan, serta memfasilitasi penguatan dan perluasan jejaring telah disiapkan oleh panitia.

“Yang mengejutkan, banyak anak muda mendaftar untuk hadir dalam acara ini. Jumlahnya lebih dari 2.300 orang,” ujarnya.

Yang menarik dari KKI kali ini adalah karya instalasi raksasa yang disebut panggung kubah bambu. Panggung berdiameter sepanjang 20 meter dengan tinggi 10 meter itu merupakab ikon dari KKI 2018.

Menurut arsitek Novi, dipilihnya material bambu karena terlihat lebih klasik. Bambu menemani manusia sejak lahir hingga meninggal dunia. “Material bambu layak dikembalikan menjadi bagian penting kebudayaan Indonesia,” ujarnya

Ditambahkan, pihaknya membutuhkan 1.400 bambu untuk membuat panggung yang menyerupai kubah. Dalam proses pemasangan dibutuhkan 17 orang tenaga kerja, dengan waktu pekerjaan selama 2 minggu. (Tri Wahyuni)