Pemerintah Gandeng SMA se-Jabodetabek Majukan Dunia Penerbangan

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng Civitas Academica Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jabodetabek untuk ikut berpartisipasi dalam memajukan dunia penerbangan. Dunia akademisi dinilai sebagai agen perubahan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang transportasi udara yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan pelayanan.

“Tujuan dari kegiatan Aviation Goes to School ini adalah untuk memperkenalkan dunia penerbangan kepada gernerasi muda sedini mungkin supaya menimbulkan ketertarikan dan kecintaan terhadap dunia penerbangan,” ungkap Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kemenhub Nur Isnin Istiartono melalaui siaran pers yang diterima suarakarya.co.id di Jakarta, Kamis (6/12/2018).

Dalam sambutannya Nur Isnin menjelaskan tentang dunia transportasi udara kepada siswa-siswi yang hadir. “Transportasi udara adalah merupakan alat transportasi yang canggih penuh dengan pemanfaatan teknologi modern yang mempunyai keunggulan dan karakteristik cepat, dan relatif dapat mengatasi kendala geografis. Transportasi ini menggunakan pesawat udara sebagai alat angkutan, bandara sebagai terminalnya sedangkan ruang udara sebagai jalur atau jalannya,” kata Nur Isnin.

Lebih lanjut dia mengatakan, pesawat udara juga dilengkapi dengan navigasi dan alat telekomunikasi yang canggih untuk memandu jalur penerbangannya.

Menurutnya, dalam pengelolaan transportasi udara sendiri telah diatur secara terperinci baik yang terkait dengan pesawatnya, bandara maupun lalu lintasnya.

“Semuanya memiliki standar keselamatan dan keamanan yang ditetapkan secara internasional oleh Organisasi Penerbangan Sipil Internasional atau ICAO,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, Indonesia sebagai salah satu negara anggota ICAO berkewajiban untuk selalu mengupdate standar-standar tersebut dan mengimplementasikan dalam menjalankan bisnis penerbangan di tanah air.

“Dalam kegiatan operasional, pimpinan Kemenhub selalu menegaskan agar operator senantiasa memenuhi standar, cek dan ricek, kalau sudah oke baru boleh terbang!,” kata Nur Isnin.

Terkait dengan keselamatan dan penerbangan, dia mengungkapkan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan operator penerbangan, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama termasuk juga para pengguna, dan masyarakat umum.

Nur Isnin juga mengimbau para pelajar yang akan ke melakukan perjalanan dengan menggunakan pesawat udara, wajib untuk mentaati peraturan yang ada dan mengikuti semua petunjuk yang diberikan oleh para petugas di bandara dan di dalam pesawat udara.

“Dengan menaati peraturan yang ada dan mengikuti semua petunjuk, anak-anakku telah memberikan kontribusi positif terhadap terciptanya keselamatan dan keamanan penerbangan,” ujarnya.

Dia juga memberikan penjelasan terkait dengan pembangunan bandara-bandara baru di Indonesia maupun jumlah pelayanan maskapai penerbangan yang meningkat. Hal itu merupakan hasil dari kerja pemerintah untuk menciptakan keterhubungan antar wilayah di Indonesia.

“Kementerian Perhubungan telah membangun bandara-bandara di tempat terpencil, terdepan, rawan bencana dan terisolir agar jasa penerbangan dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Indonesia,” katanya.

Lebih lanjut dia menekankan bahwa aktivitas penerbangan yang tinggi, tentunya membutuhkan personel-personel penerbangan yang berkompeten di bidangnya dan tangguh.

Untuk itu, Nur Isnin mengajak para peserta untuk memilih profesi dalam dunia penerbangan yang bisa anak-anak pilih sebagai cita-citanya kelak.

“Anak-anakku bisa menjadi Pilot, ahli teknik pesawat udara, air traffic controller ahli Bandar udara dan lain-lain. Di Kementerian Perhubungan juga terdapat sekolah-sekolah vokasi bagi anak-anakku sekalian untuk dididik menjadi ahli-ahli penerbangan,” imbuhnya.

Tak lupa Nur Isnin pun mengajak agar anak-anak yang hadir dalam Aviation Goes To School, untuk terus meningkatkan prestasi agar kelak, dapat meraih cita-citanya khususnya dalam dunia penerbangan. (Bobby MZ)