Peringkat Satu Dunia, Impian Ahris Masuk PNS

0
Ahris masuk peringkat satu dunia di cabang Woodball. (Suarakarya.co.id/istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Mempertahankan peringkat satu dunia membutuhkan perjuangan yang tidak kecil, baik tenaga, pikiran dan modal saat melakukan latihan. Semua itu dialami Ahris Sumariyanto ketika terpilih ketiga kalinya sebagai pemegang peringkat dunia yang diberikan Internasional Woodball Federation (IWbF) di Taiwan, pekan lalu.

Ahris mengaku, terpilih kembali menempati peringkat satu dunia dipantau melalui berbagai event yang diikutinya. Seperti halnya, di tahun 2018 meraih juara Hongkong Open, begitu juga di Malaysia, dan di Taiwan Open menempati posisi kedua.

“Saya bersyukur mampu mempertahankan juara dunia sejak tahun 2016, 2017 hingga tahun 2018. Begitu juga peringkat dunia yang saya terima di Taiwan. Namun penghargaan belum sepadan dengan atlet dari cabang lain, meski saya di multi event seperti Asian Beach Games (ABG) tahun 2016 juga menyuguhkan medali emas,” tegas Ahris di Jakarta, kemarin.

Ahris tanda tanya kenapa medali emas di cabang Woodball belum mendapat penghargaan seperti masuk Pegawai Negeri Sipil (PNS). Padahal dalam segi titel melalui jalur pendidikan seperti Sarjana (S1) dan S2 juga dimilikinya. Untuk itu ia berharap tahun ini bisa lolos masuk PNS selagi usianya masih memenuhi persyaratan yang ditentukan MENPAN.

“Rasanya pengorbanan untuk berprestasi di dunia olahraga khususnya cabang Woodball sudah cukup. Untuk itu sekali lagi saya akan terus berusaha hingga tembus masuk PNS melalui jalur prestasi. Dengan harapan, bisa disejajarkan dengan cabang lain yang juga memiliki prestasi ditingkat internasional,”jelas Ahris yang dilahirkan di Jepara 4 September 1988.

Ahris mengakui, cabang Woodball belum dipertandingkan di SEA Games maupun Asian Games. Namun untuk multi event internasional sudah digelar di ABG tahun 2016. Bahkan prestasi yang dihasilkan mampu menyelamatkan muka Indonesia yang hampir tidak kebagian medali emas di ABG. Namun melalui prestasi yang dihasilkan dicabang woodbal akhirnya kontingen Indonesia mampu mengumpulkan medali emas untuk mengibarkan Sang Merah-Putih dan mengumandangkan lagu Indonesia Raya di Vietnam.

Dia berharap, kedepannya cabang Woodball berkembang dan lebih dikenal masyarakat di Tanah Air khusunya. Dengan begitu, penghargaan dari pemerintah bisa disamaratakan dengan cabang lain yang mampu meraih juara dunia. (Warso)