PKS Ajak Masyarakat Bantu Korban Tsunami Selat Sunda

0
Ketua fraksi PKS, Jazuli Juwaini

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Fraksi PKS DPR Jazuli Juwaini mengatakan, besarnya jumlah korban dan dampak yang ditimbulkan akibat tsunami di Selat Sunda, menunjukkan betapa dahsyatnya peristiwa tersebut.

Karena itu, dia mengajak seluruh elemen, baik pemerintahan maupun masyarakat bersama-sama membantu penanggulangan bencana ini secara cepat, tanggap, dan efektif.

“Atas nama pribadi dan Fraksi PKS DPR, saya mengucapkan duka cita mendalam untuk seluruh korban tsunami yang menyapu wilayah Banten pada Sabtu (22/12/2018) lalu. Semoga yang wafat diterima amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggal diberi kesabaran dan keikhlasan. Korban yang luka mendapatkan penanganan terbaik dan lekas sembuh,” kata Jazuli, dalam keterangannya, kepada wartawan, Senin (24/12/2018).

Anggota DPR Dapil Banten ini mengatakan, besarnya jumlah korban yang mencapai 280 jiwa meninggal dan lebih dari 1000 luka-luka menunjukkan besarnya gelombang tsunami dan dampaknya.

:Pemerintah melalui BPBD dan BNPB hendaknya segera menggelar tanggap darurat yang cepat dan efektif. Sementara elemen masyarakat lainnya aktif berpartisipasi dalam membantu penanggulangan bencana baik yang sifatnya evakuasi, penanganan korban, maupun proses rekonstruksi nantinya,” ujar dia.

PKS sendiri, lanjut Jazuli, telah mendirikan posko bantuan dan evakuasi di sejumlah titik. Sementara itu di tingkat fraksi akan digalang solidaritas bantuan dari para anggota dewan PKS.

“Wilayah terdampak tsunami di Serang kebetulan adalah Dapil saya. Saya pribadi akan menyumbangkan gaji bulan Desember untuk bantuan korban melalui posko-posko PKS. Selain itu kita terus galang solidaritas bantuan dari anggota dewan lainnya,” terang Jazuli.

Jazuli berharap korban jiwa tidak lagi bertambah, proses evakuasi berjalan lancar, dan korban baik luka-luka maupun pengungsi dapat tertangani dengan baik. Dia juga mengimbau agar masyarakat tetap waspada dengan potensi tsunami susulan mengingat aktivitas Anak Krakatau terus berlangsung.

“Pemerintah harus sigap dengan peringatan dini agar segala kemungkinan dapat dideteksi dan diantisipasi dengan baik,” katanya. (Gan)