Sunardi Siap Lahirkan Atlet Anggar Beprestasi Internasional

0
Atlet anggar Kalbar saat merebut 2 emas di Kejurnas PPLP. (Suarakarya.co.id/Istimewa)

PONTIANAK (Suara Karya): Membina atlet mulai dari dasar hingga sukses meraih prestasi internasional merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang pelatih. Pengabdian seperti itu ada pada benak pelatih anggar Kalbar, Sunardi hingga mengantarkan Mery Ananda tampil di Asian Games 18 Jakarta tahun 2018.

Mery merupakan salah satu tempaan Sunardi bukan saja sukses menggapai prestasi di dunia anggar. Namun juga dalam menggapai kehidupan dimasa mendatang dengan diterima menjadi anggota Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) dengan pangkat sersan.

“Kami sangat bangga dengan prestasi ditingkat internasional yang diraih Mery, begitu juga saat diterima sebagai Kowad. Prestasi seperti itu menjadi contoh para generasi muda untuk menekuni olahraga anggar di Kalbar khususnya dan di Indonesia umumnya,” tegas Sunardi saat memantau atletnya dalam test performa di Markas PPLP Pontianak Kalbar, kemarin.

Dia mengatakan, atlet Kalbar yang masuk dalam PPLP biasanya melakukan latihan di Padepokan Anggar di Mempawa. Padepokan yang pembangunannya di Bantu ECW Nelu itu sangat berperan dalam melahirkan atlet nasional.

Para atlet anggar yang berlatih di Mempawa ditempa dengan semangat dan disiplin yang tinggi. Melalui kedua sektor itu atlet PPLP anggar Kalbar selalu berjaya saat diturunkan di level nasional.

Seperti contohnya ketika turun di Kejurnas PPLP di Semarang akhir November 2018 mampu mengumpulkan 2 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu, meski diperkuat lima atlet. Hal itu pula menunjukkan bahwa prestasi atlet pelajar sangat disegani di tingkat nasional.

Prestasi di PPLP Kalbar dapat ditingkatkan ketika memasuki jenjang senior seperti Mery. Begitu juga atlet binaan Sunardi yang juga putri kandungnya yaitu Verdiana Rihandini yang selalu langganan meraih medali emas mulai PON 2008 Kaltim, 2012 Riau dan 2016 di Jabar

Sunardi mengaku, yang namanya atlet tempaannya memiliki persyaratan yang sama yaitu semangat dan disiplin tinggi setiap latihan. Persyaratan ini juga berlaku pada putri kandungnya. Bila melanggar persyaratan tersebut, jangan harap bisa tampil dalam pertandingan.

Melalui tempaan dengan disiplin yang tinggi itu Sunardi dijuluki pelatih bertangan dingin dalam melahirkan atlet anggar nasional maupun internasional. Meski Sunardi berharap agar kesejahteraan atau honor yang diberikan harus sama dengan standart pelatih nasional.

“Saya berharap padepokan anggar yang dihuni atlet PPLP tidak kekurangan stok peralatan untuk latihan maupun saat tampil di pertandingan. Bila persyaratan tersebut terpenuhi, maka akan lebih banyak melahirkan atlet berkaliber nasional yang dapat diandalkan di event internasional,” tegas Sunardi seraya mengatakan, selain peralatan atlet, honornya juga harus mendapat perhatian pemerintah Pusat maupun Daerah. (Warso)