103 Ribu Peserta Layak SNMPTN Diminta Segera Daftar, Lusa Ditutup!

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua LTMPT (Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi), Mohammad Nasih meminta pada 103 ribu siswa peserta layak ikut Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) untuk segera mendaftarkan diri. Karena pendaftaran akan ditutup pada 27 Februari 2020 pukul 23.59 WIB.

“Terpilih sebagai peserta layak SNMPTN itu tak mudah, karena itu jangan sia-siakan kesempatan ini,” kata Nasih dalam acara “Bincang Sore” yang digelar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Rabu (26/2/20).

Hadir dalam kesempatan itu, Sesdirjen Pendidikan Tinggi (Dikti), Kemdikbud, Paristiyanti Nurwardani, Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto dan Direktur Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan Kemdikbud, Abdul Kahar.

Nasih menyebutkan, ada 561.512 siswa yang dinilai layak untuk ikut SNMPTN. Dari jumlah itu, baru 458 ribu siswa yang mendaftar, dan 417 ribu siswa yang sudah finalisasi hingga mencetak kartu sebagai peserta SNMPTN.

“Dengan demikian, hingga Rabu (26/2) masih ada sekitar 103 ribu siswa terpilih yang belum mendaftarkan diri. Jika digabung dengan siswa yang belum finalisasi, maka jumlahnya menjadi 143 ribu siswa,” tuturnya.

Rektor Universitas Airlangga itu berharap 143 ribu siswa yang belum mendaftar dan belum finalisasi untuk segera menuntaskan proses pendaftaran dengan melakukan finalisasi. Termasuk peserta SNMPTN yang sedang mengajukan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

“Mereka yang daftar di awal waktu akan lebih dapat perhatian dari kampus tujuan. Karena itu, saya minta kepada peserta layak SNMPTN untuk segera mendaftar, baik yang mengajukan beasiswa KIP Kuliah atau tidak,” ujarnya.

Untuk pengaju KIP Kuliah, lanjut Nasih, proses pendaftaran bisa dilakukan dua cara. Pertama sistem terbuka, dimana peserta layak SNMPTN mendaftar hingga program studi pilihan atau langsung finalisasi hingga cetak kartu. Setelah itu, baru mendaftar untuk KIP Kuliah (dahulu dikenal sebagai beasiswa Bidikmisi) yang dibuka pada 2-31 Maret 2020.

“Jika peserta KIP ingin segera finalisasi sebagai peserta SNMPTN, silakan saja. Karena datanya terkoneksi. Tapi kalau masih bingung, isi data saja dulu hingga batas prodi pilihan untuk menunjukkan minat. Sayang sekali jika KIP Kuliahnya disetujui, tetapi namanya sebagai peserta malah tidak terdaftar,” ucapnya.

Nasih menambahkan, tingkat keketatan SNMPTN tahun ini masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Dari 561.513 siswa yang layak ikut SNMPTN, hanya diterima sebanyak 100 ribu calon mahasiswa. “Kuotanya sekitar 20 persen dari total daya tampung masing-masing kampus,” katanya. (Tri Wahyuni)