Jumlah Bencana di Jabar Alami Peningkatan

0
Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi. (Ist)

BANDUNG (Suara Karya): Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat mencatat hingga 13 November 2018 telah terjadi 132 bencana alam mulai dari longsor hingga banjir di wilayah Jabar.

“Jumlah tersebut meningkat dari November tahun lalu yang hanya 113 bencana. Karenanya, jumlah bencana di Jabar pun diperkirakan meningkat tahun ini sehingga butuh lebih banyak penanganan,” kata Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat Dicky Saromi, pada acara Jabar Punya Informasi (Japri) di Gedung Sate Bandung, Rabu (14/11/2018).

Dia mengatakan longsor yang sempat memutuskan jalur Naringgul-Ciwidey sudah diatasi sehingga bisa digunakan kembali.

Hal serupa, kata dia, terjadi di Jalur Gentong dan hal ini berkat kesigapan Kementerian PUPR dan Dinas Binamarga Jabar.

Menurut dia, di Kabupaten Bandung kini tengah terjadi banjir di Kecamatan Bojongsoang, Baleendah, dan Dayeuhkolot, dengan 120 keluarga yang mengungsi.?

“Musibah Banjir bandang dan longsor di selatan Tasikmalaya masih menyisakan 1.130 jiwa pengungsi,” kata dia.

Menyikapi bencana alam tersebut maka BPBD Provinsi Jawa Barat menyatakan Provinsi Jabar menetapkan status siaga darurat banjir dan tanah longsor dari dari 1 November 2018 hingga 31 Mei 2019.

“Penetapan status siaga darurat banjir dan longsor Provinsi Jawa Barat tahun 2018-2019 berdasarkan ketetapan SK Gubernur Jawa Barat nomor 362/Kep.1211-BPBD/2018,” kata dia.

Dia mengatakan dengan adanya penetapan status siaga bencana banjir dan longsor tersebut maka ada sejumlah upaya yang dilakukan oleh stakeholder terkait penanganan bencana di Jawa Barat.

Upaya tersebut diantaranya adalah segera mempersiapkan segala upaya atau tindakan dalam rangka menghadapi kemungkinan terjadinya bencana banjir tanah longsor angin puting beliung.

“Kemudian segera menginventarisir kesiapan dan pengerahan sumber daya manusia peralatan logistik yang ada serta yang diperlukan. Lalu segera melakukan pengurangan risiko atau mitigasi bencana dan mengimbau serta mengaktif peran serta masyatakat terkait kesiapsiagaan bencana,” katanya. (Puruhita AH)