167.653 Peserta Lolos UTBK-SBMPTN 2020

0
Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih. (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Hasil Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2020 meloloskan 167.653 peserta yang tersebar di 85 PTN seluruh Indonesia. Sedangkan jumlah pendaftar secara keseluruhan mencapai 702.420 orang.

“Untuk peserta yang belum lolos di jalur SBMPTN, masih ada harapan di jalur mandiri. Silakan cari informasi PTN mana saja yang buka jalur mandiri,” kata Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT), Mohammad Nasih dalam keterangan pers secara virtual, Jumat (14/8/20).

Hadir dalam acara itu, Dirjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Nizam serta Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Jamal Wiwoho.

Nasih menjelaskan, jumlah pendaftar UTBK-SBMPTN tahun ini sebanyak 702.420 peserta. Dari jumlah itu, hanya 661.180 peserta yang mengikuti tes. Sisanya, 41.240 peserta yang tidak datang, didiskualifikasi karena berbuat curang dan tidak bisa ikut tes lantaran hasil rapid test-nya reaktif.

“Ada 510 peserta UTBK yang didiskualifikasi panitia karena ketahuan berbuat curang. Kepesertaannya langsung dinyatakan gugur,” ujarnya.

Rektor Universitas Airlangga (Unair) Surabaya itu merinci pelanggaran yang dilakukan 218 peserta selama ujian. Mereka ketahuan membawa handphone, padahal ada larangannya. Bahkan beberapa peserta sudah memotret soal dan akan menyebarkannya.

Sedangkan sisanya, lanjut Nasih, yakni 292 peserta tidak bisa jelas identitasnya. Mereka tidak menyertakan foto identitas yang jelas dalam kartu ujiannya. Fotonya terlihat kabur, sehingga sulit diidentifikasi apakah itu benar peserta yang bersangkutan.

“Ada peserta yang menempelkan foto keluarga dalam kartu ujian keluarga atau foto yang seluruh mukanya ditutup masker. Kami harus screening foto itu dulu dan akhirnya dinyatakan diskualifikasi,” ucapnya.

Nasih kembali menjelaskan, dari 702.420 pendaftar, sebanyak 546.370 peserta masuk kelompok reguler dan sisanya 156.050 masuk kelompok penerima KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah. Untuk kelompok reguler, peserta yang diterima sebanyak 123.099 orang, dan penerima KIP Kuliah ada 44.554 orang.

“Untuk penerima KIP Kuliah, prosesnya belum selesai. Karena kampus penerima akan lakukan verifikasi dulu. Jika peserta KIP Kuliah itu datang dari keluarga mampu secara ekonomi, maka statusnya dialihkan ke reguler. Dia tetap diterima lolos, tetapi tidak dapat KIP Kuliah,” kata Nasih menandaskan. (Tri Wahyuni)