20 Staff Kementerian ATR/BPN Terima Beasiswa ke Belanda

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

KBRN, Jakarta: Nuffic Neso Indonesia menyerahkan beasiswa StuNed dari pemerintah Kerajaan Belanda bagi 20 staf Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) dalam bentuk Tailor Made Training (StuNed-TMT) di IHS Erasmus University Rotterdam dan Radboud University Nijmegen, Belanda.

Pelatihan intensif selama 3 minggu tersebut akan difokuskan pada instrumen aplikatif bagi Direktorat Jenderal Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Penguasaan Tanah (Ditjen PPRPT), dalam menghadapi berbagai isu penyimpangan alih fungsi lahan yang tidak sesuai Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta penegakan hukumnya.

Sesi penyerahan Scholarship Award dari Direktur Nuffic Neso Indonesia, Peter van Tuijl, yang diterima Dirjen PPRPT, Budi Situmorang, berlangsung di gedung ATR/BPN, Senin (22/10).

“Dari pelatihan dengan topik Spatial Development Control and Land Tenure yang akan berlangsung dari 05 – 23 November 2018 tersebut, para peserta yang terpilih dari berbagai Ditjen dan institusi di bawah Kementerian ATR/BPN, diingatkan untuk selalu aktif menggali berbagai konsep yang relevan serta metode yang sesuai untuk diterapkan di Indonesia, dalam kaitannya untuk pengembangan sistem dan kualitas tata ruang wilayah yang ada sekarang,” kata  Direktur Penertiban Pemanfaatan Ruang Kementerian ATR/BPN,  Suryaman Kardiat melalui keterangan persnya kepada rri.co.id di Jakarta, Kamis (25/10).

Dalam kesempatannya memberikan arahan, Budi Situmorang selaku Dirjen. PPRPT menyampaikan penghargaan kepada pemerintah Belanda yang telah memberikan kesempatan bagi stafnya untuk meningkatkan kapasitas mereka.

Hal ini tentu akan berdampak pada meningkatnya kualitas serta kinerja kementerian. “Teman-teman adalah orang-orang terpilih, jadi harus bisa merubah institusi ini jauh lebih baik. Harus aktif mengambil semua kesempatan dan ilmu, serta menerapkannya di Indonesia, termasuk metode/instrumen penerapan sanksi administrasi yang sedang dikembangkan,” kata Budi.

Diungkapkannya, waktu training hanya 3 minggu, memang sangat sempit untuk belajar mendapat ilmu, jadi maksimalkan.

Sementara itu, Direktur Nuffic Neso Indonesia Peter van Tuijl mentakan, apa yang dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN sangatlah penting. Kementerian ATR/BPN mengurusi hal-hal untuk mengurangi konflik manusia dengan alam, dan bagaimana mengatur berbagai sektor untuk berada pada tatanan yang benar.

Menurut Peter, Belanda juga ingin belajar dari Indonesia sebagai salah satu fungsi dari partnership dan mempererat hubungan bilateral Indonesia-Belanda. (Nur Hafiz)