29 Meninggal Dunia, Akibat Tsunami di Kawasan Anyer

0

PANDEGLANG (Suara Karya) : Sebanyak 20 tewas, 165 mengalami luka serta dua orang hilang dalam peristiwa tsunami yang melanda kawasan Anyer Serang dan Tanjung Lesung, Sabtu (22/12) menjelang tengah malam. Dampak tsunami yang menerjang pantai di sekitar Selat Sunda, khususnya di Kabupaten Pandenglang, Lampung Selatan dan Serang kemungkinan terus bertambah. 

Tsunami yang melanda kawasan itu terjadi sekitar pukul 21.27 WIB. Faktor penyebab tsunami masih dilakukan penyelidikan oleh BMKG untuk mengetahui secara  pasti.

Kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama. Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika  (BMKG)  masih berkoordinasi dengan Badan Geologi untuk memastikan faktor penyebab bencana tersebut.

Pihak petugas yang melakukan evakuasi,  memperkirakan jumlah korban masih akan bertambah-karena daerah terdampak yang sulit ditembus. Di Kabupaten Pandeglang daerah yang terdampak masing-masing di Kecamatan Carita, Panimbang dan Sumur.

Data sementara tercatat, 43 rumah rusak berat, 9 unit hotel rusak berat dan puluhan kendaraan rusak. Daerah yang terdampak parah adalah permukiman dan wisata di Pantai Tanjung Lesung, Pantai Sumur, Pantai Teluk Lada, Pantai Panimbang serta  Pantai Carita.

Di Kabupaten Lampung Selatan terdapat 3 orang meninggal dunia dan 11 orang luka-luka. Sedangkan di Kabupaten Serang terdapat  tiga  orang meninggal dunia, empat orang luka dan dua orang hilang.

Faktor penyebab tsunami masih dilakukan penyelidikan oleh BMKG untuk mengetahui secara  pasti. Kemungkinan disebabkan longsor bawah laut akibat erupsi Gunung Anak Krakatau dan gelombang pasang akibat bulan purnama.

Dua kombinasi tersebut menyebabkan tsunami yang terjadi tiba-tiba yang menerjang pantai. (Wisnu)