Pemda Didorong Percepat Penuntasan Vaksinasi bagi PTK

0

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim menekankan urgensi penuntasan vaksinasi covid-19 bagi pendidik dan tenaga kependidikan (PTK).

“Penuntasan vaksinasi covid-19 bagi PTK ini untuk mendorong pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di semua daerah di Indonesia,” kata Nadiem dalam Rapat Koordinasi Percepatan Penuntasan Vaksinasi Covid-19 bagi PTK dengan pemerintah daerah secara daring, Rabu (15/9/21).

Untuk itu, Mendikbud bersama Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau pemerintah daerah untuk melakukan penuntasan vaksinasi bagi PTK guna mendukung pelaksanaan PTM terbatas.

“Vaksinasi pendidik dan tenaga kependidikan bukan syarat PTM terbatas,” katanya menegaskan.

Jika sekolah berada di wilayah PPKM level 1 sampai 3, maka PTM terbatas dapat dilaksanakan. Apalagi jika pendidik dan tenaga kependidikan di suatu sekolah sudah divaksinasi, sekolah wajib memberi opsi PTM terbatas dan PJJ (pembelajaran jarak jauh). Orangtua tetap berhak menentukan metode pembelajaran terbaik untuk anaknya.

Hingga saat ini, menurut Nadiem, baru 40 persen satuan pendidikan di daerah dengan PPKM level 1, 2 dan 3 telah melaksanakan PTM terbatas. Angka tersebut menjadi perbedaan yang besar, yang mana 95 persen satuan pendidikan sebenarnya bisa menjalankan PTM terbatas.

“Terlepas adanya advokasi dari 4 kementerian dan Satgas Covid-19 Nasional, kendala terbesar PTM terbatas karena belum ada izin dari pemda,” tuturnya.

Mendikbudristek menambahkan, pandemi covid-19 telah menyebabkan learning loss yang sangat signifikan. Hasil riset yang dilakukan INOVASI dan Pusat Penelitian Kebijakan (Puslitjak) Kemdikbudristek menunjukkam pendidikan di Indonesia sudah kehilangan 5-6 bulan pembelajaran per tahun.

Riset Bank Dunia dengan topik yang sama menyatakan, dalam kurun waktu 0,8-1,3 tahun, ‘compounded learning loss’ dengan kesenjangan antara siswa kaya dengan siswa miskin meningkat 10 persen.

Riset juga memperlihatkan tingkat putus sekolah di Indonesia meningkat sebesar 1,12 persen, yang mana angka tersebut 10 kali lipat dari angka Pmputus SD pada 2019. Bank Dunia memperkirakan, ada 118.000 anak usia SD yang tidak bersekolah. Angka itu 5 kali lipat lebih banyak dari jumlah anak putus SD pada 2019.

Penuntasan vaksinasi covid-19 untuk PTK sebagai akselerasi PTM terbatas juga ditekankan Menkes, Budi Gunadi Sadikin. Dari target sekitar 5,5 juta PTK, baru DKI Jakarta dan Yogyakarta yang angka ketuntasan vaksinasinya mencapai lebih dari 90 persen, sementara provinsi lain jauh berada di bawahnya.

“Saya sudah minta tolong ke dinas kesehatan, TNI dan Polri, agar memprioritaskan guru dan lansia sebagai penerima vaksinasi covid-19. Kepala Dinas Pendidikan bisa juga mengejar Kepala Dinas Kesehatan agar bisa mengakselerasi suntikan untuk 3,5 juta PTK,” kata Menkes.

Sebagai informasi, Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit telah mengeluarkan surat edaran Percepatan Penyelesaian Vaksinasi Covid-19 bagi PTK yang ditujukan kepada kepala dinas kesehatan provinsi, serta kabupaten/kota se-Indonesia.

Terkait hal itu, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Edy Suharmanto mengatakan, kami sangat mendukung percepatan program vaksinasi untuk PTK agar PTM terbatas dapat dilaksanakan seluruhnya.

“Sebagai bentuk dukungan terhadap PTM terbatas, Kemendagri melakukan pertemuan dengan sekretaris daerah serta melibatkan juga para camat, lurah, dan kepala desa untuk mendorong daerah dalam upaya mempercepat pelaksanaan vaksinasi bagi guru dan tenaga pendidikan,” katanya. (Tri Wahyuni)