4 Perempuan Peneliti BRIN Dikukuhkan sebagai Profesor Riset

0

JAKARTA (Suara Karya): Bertambahnya profesor riset di lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) akan semakin memperkuat SDM riset di lembaga tersebut. Pengukuhan 4 profesor riset itu juga menjadi bukti BRIN memiliki kaderisasi peneliti untuk menghasilkan karya-karya penelitian berkualitas internasional.

Keempat profesor riset tersebut adalah Prof Ratih Dewanti pada urutan ke-634, Prof Ganewati Wuryandari ke-635, Prof Widjajanti ke-636 dan Prof Rike Yudianti ke-636.

Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko mengatakan, profesor riset adalah gelar tertinggi yang dicapai seseorang dalam karirnya sebagai periset. Gelar tersebut tak semata gelar yang diberikan secara melekat, tetapi juga memberi beban tambahan yang tidak ringan.

“Profesor riset memiliki tanggungjawab yang sangat besar, tak hanya untuk dirinya sendiri, tetapi juga menjadi penghela terdepan untuk kelompok-kelompok risetnya,” ucap Handoko dalam siaran pers, Jumat (11/3/22).

Berdirinya BRIN sebagai lembaga riset merupakan bagian dari milestone perubahan besar dalam kelembagaan riset di Indonesia. Untuk mewujudkan hal itu adalah tidak mudah, mengingat SDM BRIN berasal dari berbagai macam entitas berbeda yang bergabung menjadi satu.

“Saya yakin, lewat SDM dan talenta yang kita miliki, termasuk 4 profesor riset yang baru saja dikukuhkan, akan mempercepat mewujudkannya capaian tersebut,” ucapnya.

Handoko menegaskan, sesuai tugas, fungsi dan tujuan pendiriannya, BRIN harus fokus dalam melakukan aktivitas riset, dan memberi hasil terbaik untuk memajukan riset dan inovasi di Indonesia.

“Bergabungnya ribuan periset dari Kementerian/Lembaga yang dimulai pada awal tahun ini menjadi modal dasar untuk membudayakan ekosistem riset dengan memberdayakan talenta-talenta riset dan inovasi ini,” katanya.

Menurut Handoko, kaderisasi peneliti menjadi penting untuk menghasilkan hasil penelitian yang berkualitas guna mendukung keberlanjutan pembangunan. Apalagi di masa pandemi seperti sekarang, diharapkan BRIN memiliki terobosan atau inovasi baru untuk membantu Indonesia melalui hasil-hasil riset yang dapat berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Keempat profesor riset itu memaparkan orasi di bidangnya masing-masing. Prof Ratih Dewanti adalah pakar bidang penginderaan jauh. Ia menyampaikan model yang efisien dalam pengolahan data penginderaan jauh optik. Sehingga menghasilkan data dan informasi dalam mendukung pemantauan mangrove.

Sementara itu, Prof Ganewati Wuryandari adalah pakar bidang hubungan internasional. Dalam orasinya tentang politik luar negeri era reformasinya, ia menyampaikan perjalanan Indonesia yang berperan aktif dalam percaturan politik internasional.

“Indonesia diharapkan dapat memadukan strategi normatif dan fungsional dalam menjalankan peran sebagai negara kekuatan menengah. Di samping itu, pelibatan pemangku kepentingan juga diperlukan sehingga ada legitimasi lebih kokoh untuk mendukung pelaksanaan politik luar negeri kedepannya.

Ketiga adalah Prof Widjajanti, pakar bidang sosiologi gender. Orasi yang disampaikan tentang perspektif sosiolog feminisme untuk menunjukkan lemahnya representasi perempuan dan upaya resistansinya.

Terakhir, Prof Rike Yudianti adalah pakar bidang teknik material. Ia memaparkan manfaat nanokomposit berbasis nanoselulosa dan nano karbon sebagai material fungsional. (Tri Wahyuni)