4 Rektor Raih Penghargaan Akademisi Terbaik 2018

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerin Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) memberi penghargaan akademisi terbaik (Academic Leader Award) 2018 kepada 4 rektor. Mereka, dinilai berhasil dalam meningkatkan kualitas pembelajaran maupun inovasi.

Keempat rektor itu adalah Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Kadarsah Suryadi, Rektor Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Ravik Karsidi, Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal dan Rektor Universitas Bina Nusantara (Binus), Harjanto Prabowo.

“Penghargaan itu kami berikan sebagai contoh bagi pimpinan perguruan tinggi lain,” kata Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti di Jakarta, Selasa (21/8).

Penghargaan Akademisi Terbaik juga diberikan kepada 4 dosen peneliti. Penghargaan untuk bidang sains diberikan ke Fitri Khoerunnisa dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung. Penelitiannya berhubungan dengan biomaterial untuk pengolahan atau pemurnian air (bioflokulan/membrane) dan bionutrien.

Sementara itu, penghargaan untuk bidang teknologi diberikan ke Agus Purwanto, dosen UNS. Ia berhasil mengembangkan teknologi pembuatan baterai lithium pertama di Indonesia.

“Untuk bidang kesehatan, penghargaan diberikan kepada Wiku Bakti Bawono Adisasmito dari Universitas Indonesia (UI). Ia berhasil mengembangkan inovasi jamu hewan yang disebut Herbachick dan HerbaFit,” ujarnya.

Penghargaan untuk bidang pertanian diberikan kepada Achmad Subagio dari Universitas Jember. Ia adalah penemu agroindustri MOCAF (Modified Cassava Flour). Pertanian terintergrasi berbasis singkong di lahan sub-optimal untuk meningkatkan ketahanan pangan nasional.

Ali Ghufron menjelaskan, penghargaan bagi kalangan akademisi semacam ini akan digelar setiap tahun. Lewat kegiatan ini diharapkan lahir sosok akademisi paripurna yang tak hanya pandai mendidik, berinovasi, tetapi juga menjadi panutan.

“Lewat penghargaan semacam ini, pemerintah tak akan kesulitan lagi dalam mencari bibit unggul guna melakukan perubahan besar dalam kampus,” ucap mantan Wakil Menteri Kesehatan itu.

Ditambahkan, semua akademisi sebenarnya memiliki kesempatan yang sama untuk berdedikasi dan berinovasi demi pembangunan institusi pendidikan tingginya. Hanya saja tidak ada pemicu atau pemantik untuk mereka memulai langkah pertamanya.

“Penghargaan Academic Leader ini semoga bisa menjadi pemicu untuk mereka dalam menjalankan tugasnya sebagai akademisi dan berdedikasi dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi,” kata Ali Ghufron yang juga Guru Besar Universitas Gadjah Mada itu menandaskan. (Tri Wahyuni)