54 Pengacara Kembali Perjuangkan Nasib Korban Usaha Cipaganti

0
(suarakarya.co.id/Pramuji)

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 54 orang kuasa hukum dari berbagai kantor pengacara, membuka kembali kasus korban mitra usaha Cipaganti. Ribuan korban perusahaan yang kini telah dipailitkan itu berharap, harta yang mereka telah investasikan di perusahaan travel masih bisa kembali berapapun nilainya.

Purwanto Kitung, dari kantor pengacara Lawfirm Purwanto Kitung and Associates mengatakan, masih ada celah yang kita bisa masuki untuk memperjuangkan uang para mitra ini.

“Kami mendapatkan data, masih ada aset-aset Cipaganti yang di investasikan untuk beberapa perusahaan yang bergerak di pertambangan dan usaha lainnya. Ini yang akan kita lacak,” kata Purwanto d Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

Dikatakan Purwanto, total aset Cipaganti yang masih ada di luar ditaksir mancapai Rp 1,2 triliun. “Aset-aset itu kemungkinan sudah beralih atau berganti nama ke perusahaan lain. Tetapi kami akan telusuri lebih lanjut,” ujarnya.

Diketahui, sekitar 8700 mitra usaha menjadi korban Koperasi Cipaganti Karya Guna Persada, yang selama 5 tahun telah pailit. Untuk membantu para korban yang telah tergabung dalam organisasi Kimu NH, puluhan pengacara menyatukan kekuatan untuk membantu para koraban.

Kerugian korban ditaksir mencapai Rp 3,2 triliun. “Kami akan melakukan pendekatan-pendekatan hukum, baik litigasi maupun non litigasi kepada pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Haida Quartina Nasution yang juga tergabung dalam tim pengacara penanganan korban mitra usaha Cipaganti, juga mengatakan hal senada bahwa pihaknya akan berusaha menyelesaikan persoalan Cipaganti. Meski demikian, Haida menegaskan dirinya tidak bisa menargetkan berapa lama kasus ini akan selesai.

“Kami memohon doa dari semua pihak, khususnya para korban. Masih ada celah yang bisa dimasuki, agar aset-aset Cipaganti yang tersembunyi bisa kembali ketangan para mitra,” kata Haida.

Saat ini lanjut Haida, tim pengacara sedang menunggu data-data temuan dari Kimu NH, yang menyebutkan masih terdapat aset milik Cipaganti di beberapa perusahaan yang tersebar di Indonesia. (Indra DH)