9 PTN Raih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020

0

JAKARTA (Suara Karya): Sebanyak 9 perguruan tinggi negeri (PTN) meraih Anugerah Keterbukaan Informasi Publik 2020 dari Komisi Informasi (KI) Pusat. Mereka masuk dalam kategori Badan Publik (BP) Informatif. Sembilan PTN lain meraih prestasi serupa, namun masuk kategori BP Menuju Informatif.

Informasi tersebut disampaikan Ketua KI Pusat, Gede Narayana secara daring, Kamis (26/11/20).

Dijelaskan, perolehan penghargaan itu dilakukan terkait penerapan keterbukaan informasi publik sesuai amanah Undang-Undang (UU) No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Penilaian diperoleh dari hasil monitoring dan evaluasi (monev) oleh KI Pusat sepanjang tahun 2020.

Dari hasil monev dikemukakan, kategori BP Informatif ada 17,43 persen (60 BP) dan kategori BP Menuju Informatif 9,77 persen (34 BP). Mereka dinilai telah melaksanakan UU KIP.

“Tahun ini ada peningkatan jumlah badan publik yang meraih kategori Informatif dari 34 BP pada 2019 menjadi 60 BP pada 2020,” ujarnya.

Gede menilai perlunya dorongan yang kuat untuk menjadikan keterbukaan informasi sebagai budaya dalam mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan yang baik dan bersih.

“Kami akan lebih menggelorakan budaya keterbukaan informasi publik melalui komitmen dan dukungan yang kuat dari pemerintah,” kata Gede menandaskan.

Adapun PTN yang masuk kategori BP Informatif adalah Universitas Gadjah Mada, Universitas Brawijaya, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Malang, Institut Pertanian Bogor, Universitas Lampung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Udayana dan Universitas Indonesia.

Sembilan PTN lain yang masuk kategori BP Menuju Informatif adalah Universitas Negeri Padang, Institut Teknologi Sumatera, Universitas Sriwijaya, ISBI Bandung, Universitas Teknologi Bandung, Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Bengkulu, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dan ISI Denpasar.

Terkait hal itu, Direktur Jenderal pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam memberi apresiasi kepada PTN yang telah mengimplementasikan keterbukaan informasi publik dan dinilai memenuhi kualifikasi informatif.

“Meskipun dipenuhi dinamika pandemi corona virus disease (covid-19), namun 18 PTN tetap menunjukkan kerja keras dan komitmennya dalam memberi informasi publik dengan cepat dan mudah,” ujarnya.

Selain itu, Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Paristiyanti Nurwardani berharap momentum ini dapat dimaknai sebagai parameter bagi perguruan tinggi lain untuk mempercepat akselerasi implementasi keterbukaan informasi publik. Sebagai badan publik, PTN harus menunjukkan transparansi dan akuntabilitasnya. (Tri Wahyuni)