Adara: Perempuan Indonesia akan terus Jalankan Amanah suci untuk Jaga Al Aqsa

0
Ketua Adara Sri Vira Chandra. (Suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Adara Relief International (Adara) terus berupaya memupuk kesadaran untuk mendukung Palestina, salah satunya dengan menggelar Konferensi Aktivis Palestina Internasional secara virtual pada 7-8 November 2020.

Dalam sambutannya, Ketua Adara Sri Vira Chandra mengatakan para wanita Indonesia akan terus menjalankan amanah suci untuk menjaga Al Aqsa karena kami meneladani keteguhan Maryam AS dan para Maryam masa kini di Palestina, para murabithah di Al Quds dan Tepi Barat, serta wanita-wanita yang menderita akibat blokade di Gaza, demikian keterangan tertulisnya yang diterima Suarakarya.co.id, Selasa (10/10/20).

“Kami berharap dan meminta agar negara kami terus memegang janji konstitusi untuk terus menentang penjajahan Israel atas Palestina dan tidak pernah mengikuti langkah para pengkhianat,” kata Vira.

Sementara itu, Khatib Masjidil Aqsa Syeikh Ali Yusuf menjelaskan bahwa persoalan Palestina adalah amanah yang diberikan Allah kepada kita semua. Bukan hanya mereka yang tinggal di Palestina saja, namun tanggung jawab seluruh umat muslim di dunia. Al Quds adalah pusat keberkahan. Mereka yang kita bantu bukanlah orang biasa, namun mereka mewakili umat Islam dalam membela dan menjaga Masjidil Aqsa.

‚ÄúSemoga kita termasuk dalam golongan orang-orang yang berlomba-lomba dalam perjuangan ini. Ketika kita tidak bisa berjuang dengan fisik, setidaknya kita bisa ikut berjuang dengan harta yang kita miliki. Karena itu adalah titipan dari Allah. Kita tahu negara muslim terbesar di dunia adalah Indonesia dan telah banyak mendukung Palestina serta mengirimkan bantuan terbaik mereka,” ujarnya.

Upaya pembebasan Palestina akan terus dilakukan dengan berbagai cara dan strategi karena bangsa Palestina tidak akan pernah berdiam diri menghadapi penjajahan.

Ketua Persatuan Ulama Muslim sedunia Dr. Ahmad Raisuni menyatakan, kewajiban para pemimpin, para tokoh intelektual dan para jurnalis untuk mengingatkan persoalan Palestina kepada dunia. Mengungkapkan kebenaran tentang bangsa yang tanah airnya dirampas. Dan mengusahakan kembalinya hak mereka. (Pramuji)