Advokat Alvin Lim Dituding Hanya Cari Sensasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Praktisi Hukum, Hardjuno Wiwoho menuding Advokat Alvin Lim kerap mencari sensasi dipanggung penegakan hukum di Indonesia.

Kritik Hardjuno dilontarkan  terkait sikap Pengacara dari LQ Indonesia Lawfirm, Alvin Lim yang menuding Ketua  Pansel Capim KPK 2019-2023, Yenti Ganarsih tidak paham hukum pidana. Padahal, Yenti adalah Doktor Hukum pertama di bidang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU)  dari Universitas Trisakti Jakarta.

Ini artinya, kapasitas dan kepakaran Yenti dalam bidang hukum pidana tidak perlu diragukan lagi.

“Saya lihat, saudara Alvin Lim ini lebay. Justru dia yang nggak paham hukum,” ujar Hardjuno yang pengacara rakyat kecil di Jakarta, Kamis (4/6/2020).

Hardjuno menilai, sosok Yenti sangat mumpuni dibidang hukum. Atas dasar track record itulah maka Presiden Joko Widodo mengangkatnya menjadi Ketua Pansel Capim KPK beberapa waktu lalu.

“Jadi, pilihan ke Yenti ini mengkonfirmasikan kemampuan ilmu hukumnyadiatas standard rata-rata,” jelas Hardjuno.

Hal ini kontras dengan kemampuan ilmu hukum Alvin Lim.

Alvin kata Hardjuno tak ubahnya pengacara yang tengah mencari identitas diri.

Dia menjadikan kasus hukum untuk panggung dan popularitas murahan.

Dari segi pemahaman hukum, Alvin tidak selevel dengan Doktor Hukum Yenti Ganarsih.

“Si Alvin ini pengacara tidak punya prestasi hukum apa-apa. Dia cari sensasi dan popularitas murahan,” tegasnya.

Sebenarnya jelas Hardjuno, Pengacara Alvin Lim yang baru-baru ini menudintak pantas sesama pegiat hukum saling mendiskreditkan.

Apalagi menjatuhkan dengan alasan yang tidak subtansial. “Tapi saya ingin memberi pesan ke Alvin Lim ini agar kembali ke koridor penegakan hukum. Stop cari sensasi,” pintanya

Lebih lanjut, Hardjuno melihat, justru Alvin kerap tidak patuh hukum.

Dari pemberitaan sejumlah media Alvin Lim yang pernah menjadi terdakwa kasus pemalsuan dokumen klaim asuransi ternyata kerap mangkir dalam persidangan, bahkan hingga 20 kali.

Seperti diberitakan oleh republika.co.id, dalam persidangan kasus pemalsuan itu, Alvin Lim kerap mangkir.

Padahal sebelumnya Alvin Lim terlihat hadir sebagai saksi fakta dalam praperadilan persidangan kasus lain di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (3/9/19).

“Alvin Lim memancing kegeraman Jaksa Penuntut Umum untuk mengajukan permohonan pemanggilan paksa yang kemudian direspon oleh majelis hakim agar Jaksa menyiapkan surat permohonan yang detail dan lengkap perihal alasan pemanggilan paksa dan juga membawa dokter untuk mengecek kondisi kesehatan terdakwa,” ujar Praktisi hukum Ali Zubeir Hasibuan S.H dari Indonesia In Absentia Watch dihubungi awak media.

Menurut Ali, terdakwa Alvin Lim yang berprofesi sebagai advokat sangat mengerti celah-celah hukum demi menghindar dari persidangan. Terlebih lagi dengan dakwaannya terkait pemalsuan dokumen.

Kala itu, saking geram Ali bahkan meminta Hakim untuk menghadirkan Dokter yang mengeluarkan Surat Keterangan Sakit dari terdakwa dihadapan pengadilan dan mempertanyakan dahulu keaslian surat sakit yang sering dikeluarkan tersebut. (Pramuji)