Agama Merupakan Kunci Penting Jaga Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia 

0

JAKARTA (Suara Karya): Keberadaan agama sangat berperan penting dalam memajukan kesejahteraan umum yang berkeadilan di Indonesia. Pasalnya, hal itu merupakan satu kunci penting dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

Demikian dikatakan Ketua Umum Aliansi Kebangsaan Pontjo Sutowo dalam webinar dialog kebangsaan, Jumat (16/12/2022).

Menurut Pontjo, jika dicermati peran agama mempunyai proses panjang dalam peradaban bangsa Indonesia. Hal itu berawal dari perkumpulan peradaban bangsa bangsa Nusantara.

Kemudian lanjut Pontjo, mulai tahun1908 sampailah pada keyakinan bahwa hanya kepada kehendak Tuhan yang maha esa Indonesia yang ber Bhinneka dalam ras dan budaya.

Menurutnya, agama merupakan muara dari kesatuan bangsa yang ber Bhinneka. Agama telah memancarkan nilai-nilai moral, sosial, budaya bangsa telah menjadi pedoman berperilaku manusia Indonesia yang beragama.

“Agama telah mengajarkan dan Tuhan telah menciptakan manusia untuk menjadi khalifah atau pemimpin semua makhluk ciptaan di dunia,” katanya.

Dikatakan Pontjo, ajaran ini telah menjadi sumber berkembang pengetahuan umat manusia bila membangun peradaban di tengah-tengah alam semesta yang menjadi sumber kehidupan manusia.

Agama telah menumbuhkan rasa cinta manusia Tuhan sang pencipta kepada sesama manusia dan rasa cinta manusia kepada alam semesta, di mana mereka hidup cinta telah menumbuhkan saling mengasihi dan menghormati sesama manusia hingga tumbuh budaya musyawarah mufakat dan tumbuh juga keadilan sosial dalam berbagai kesejahteraan sesama warga negara Indonesia.

Berdasarkan hal itu, Pontjo meyakini Indonesia adalah satu-satunya negara yang memberanikan agama pada posisi sentral. Berbeda pada budaya barat, liberal, komunis dan eteis yang seolah agama tidak berperan.

“Idealitas itu masih terkendala pada banyaknya masalah-masalah yang perlu kita hadapi. Peran agama sebelum merdeka jauh lebih tinggi dari pada sekarang,” ujarnya.

Dia mengungkapkan, ada satu hal yang perlu dicermati pada sistem di Indonesia. Hal itu sangat bergantung kepada komunitas dan dikomunitas itulah para cendikiawan bisa memberikan tanggapan.

Tanpa suara dari cendikiawan, mungkin sulit pemerintah berdialog untuk mencari solusi yang berkembang di masyarakat. Karena banyak orang yang tak paham dengan agama.

Sementara itu, Kepala QR IPSH BRIN Prof. Ahmad Najib Burhani mengungkapkan peran agama dalam memajukan kesejahteraan umum dengan paradigma Pancasila di negara yang indeks kebahagiaan nya tinggi, umumnya tingkat keagamaan masyarskatnya rendah.

Menurutnya, ini yang pertama sepertinya agama tidak berkolerasi dengan kebahagiaan sosial dan lainnya kedua dan negara yang tingkat ke agamaan nya tinggi pemerintahannya cenderung korup.

“Kemudian di negara yang pembangunan manusia nya tinggi, tingkat beragama masyarakatnya cenderung rendah dibandingkan di tempat yang ke agamaan nya rendah,” kata dia.

Najib juga melihat, meskipun agama mendapatkan kritik dari beberapa tempat dengan indeks kebahagiaan tidak mendukung indeks kesejahteraan. Salah satu peran yang sangat penting yang dikutip dari peran agama adalah negara beragama itu memiliki tingkat donasi yang tinggi.

Sebab kata dia, jika mengacu pada tema agama dan kesejahteraan umum, hal itu mengacu pada paradigmatik, implementatif, dan pragmatik. (Warso)