Agar Cepat Kerja, Mahasiswa Vokasi Didorong Ikut Program MSIB

0

JAKARTA (Suara Karya): Mahasiswa vokasi kini didorong untuk ikut Program Magang dan Studi Independen Bersertifikat (MSIB). Karena program tersebut terbukti mampu mengakselerasi tingkat kebekerjaan lulusan.

“Mahasiswa vokasi yang ikut Program MSIB rata-rata waktu tunggu untuk bekerja hanya satu bulan,” kata Dirjen Pendidikan Vokasi (Diksi), Kemdikbudristek, Kiki Yuliati dalam sosialisasi
Program MSIB Angkatan 4 yang disiarkan melalui kanal Youtube, Jumat (20/1/23).

Kiki menjelaskan, Program MSIB dirancang untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul, berdaya saing global, dan kompeten baik ‘hard skills’ maupun ‘soft skills’.

“Program MSIB mendorong perguruan tinggi untuk selalu berkolaborasi dan bersinergi dengan industri dan mitra,” ujarnya.

Dalam perjalanannya, MSIB terbukti memberi dampak positif kepada mahasiswa karena waktu tunggu untuk mendapat pekerjaan jadi lebih pendek, selain dapat gaji yang lebih tinggi.

“Hasil evaluasi tim MSIB, lulusan baru sebelumnya rata-rata memiliki waktu tunggu untuk bekerja sekitar 4 bulan dengan besaran gaji sekitar 0,72 kali Upah Minimum Provinsi (UMP). Sedangkan alumni Program MSIB rata-rata hanya menunggu satu bulan dengan gaji 1,78 kali dari UMP,” tuturnya.

Karena itu, Dirjen Diksi meminta pimpinan perguruan tinggi dan dosen untuk mengizinkan mahasiswanya mengikuti program MSIB yang tahun ini masuk angkatan ke-4. “Apalagi, bagi mahasiswa vokasi, magang itu hal wajib,” katanya menegaskan.

Menurut Kiki, dukungan perguruan tinggi, dosen, dan kepala program studi sangat diperlukan bagi mahasiswa agar mereka berani dan percaya diri dalam mengikuti program MSIB. Dukungan itu terutama saat konversi 20 SKS bagi mahasiswa, yang selama ini kerap menjadi kendala.

“Masih banyak perguruan tinggi yang belum mengonversikan program MSIB mahasiswanya dengan berbagai alasan,” ungkapnya.

Hal senada dikemukakan Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi, Beny Bandanadjaja. Lewat Program MSIB, mahasiswa bisa berinteraksi langsung dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta merasakan atmosfer industri yang tidak didapat di kampus.

“Mereka juga lebih percaya diri saat wawancara kerja, sehingga diterima semakin tinggi,” katanya.

Selain mampu mengakselerasi kebekerjaan lulusannya, lanjut Beny, Program MSIB juga memberi dampak pada positif terhadap perguruan tinggi, terutama dalam pencapaian indikator kinerja utama (IKU) perguruan tinggi negeri. Kebekerjaan lulusan memberi citra positif kepada masyarakat dan industri mitra.

“Kami berharap pihak kampus berani menyesuaikan kurikulum di kampus dengan kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) agar mahasiswa bisa mengikuti program MSIB,” katanya.

Sementara itu, Ketua Program MSIB, Wachyu Hadi Haji mengatakan, Program MSIB merupakan solusi mengatasi ketimpangan ketersediaan lapangan kerja saat ini. Karena banyak alumni Program MSIB yang langsung direkrut perusahaan tempat MSIB-nya.

Tak hanya itu, lanjut Wachyu, saat ini asa beberapa perusahaan yang mulai mencantumkan keikutsertaan calon pekerja dalam program-program magang Kemdikbudristek sebagai syarat penerimaan karyawan baru.

“Itu artinya, mahasiswa alumni program magang seperti MSIB lebih berpeluang untuk diterima kerja,” kata Wachyu.

Sebagai Ketua Tim Pelaksanaan Program MSIB, Wachyu mendorong agar mahasiswa vokasi ikut program MSIB. Mengingat tantangan pekerjaan di masa depan semakin tinggi. Program MSIB diharapkan menjadi pengalaman berharga untuk karier mahasiswa di masa depan.

Program MSIB merupakan salah satu program Kampus Merdeka yang dirancang agar mahasiswa mendapat keterampilan dan kompetensi terbaik. Mahasiswa dapat pengalaman belajar di luar kampus selama 16-24 minggu dengan mengonversi SKS mata kuliah yang diambil.

“Program MSIB menjadi program yang menarik bagi perguruan tinggi vokasi karena partisipasi mahasiswa vokasi dalam MSIB terus meningkat dalam setiap angkatannya,” katanya.

Pada angkatan pertama, mahasiswa vokasi yang ikut program MSIB ada 780, angkatan kedua 1.838 mahasiswa, dan angkatan ketiga ada 2.452 mahasiswa. Pada angkatan ditargetkan sebanyak 3.500 mahasiswa.

Poses pendaftaran MSIB angkatan keempat sedang berlangsung dan sudah ada 38.000 mahasiswa dari 700 perguruan tinggi di seluruh Indonesia yang mendaftar di 133 mitra. Pendaftaran MSIB dibuka hingga 27 Januari 2023. Program dilaksanaoan pada pekan kedua Februari 2023.

Untuk mendaftar sebagai peserta MSIB, calon peserta dapat mengakses laman https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/. (Tri Wahyuni)