Agar Perencanaan Nasional Kian Terpadu, Bappenas-KSI Luncurkan MP3

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bappenas bersama Knowledge Sector Initiative (KSI) meluncurkan platform Manajemen Pengetahuan Perencanaan Pembangunan (MP3).

MP3 menjadi wadah strategis dalam upaya peningkatan kualitas perencanaan. Karena dilakukan dengan pendekatan ‘bridging from research to policy’ yang diperoleh dari sumber daya pengetahuan yang dimiliki Kementerian PPN/Bappenas.

“Data dalam MP3 dapat diakses para pemangku kepentingan, agar kebijakan yang dibuat akurat, karena berbasis bukti,” kata Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas, Himawan Hariyoga dalam peluncuran platform MP3 yang digelar hybrid, Kamis (14/4/22).

Himawan menjelaskan, produk pengetahuan yang dibuat secara dinamis dan masif membutuhkan proses terpadu, agar pengetahuan tersebut bermanfaat secara komprehensif dan tepat sasaran.

“Guna membantu proses itu di berbagai unit kerja di Kementerian PPN/Bappenas, kami kembangkan platform MP3 dengan harapan bisa disimpan, dimanfaatkan dan didistribusikan semua produk pengetahuan dan perencanaan pembangunan. Prosesnya dibantu Knowledge Sector Initiative (KSI) yang memang ahli dalam bidang tersebut,” ujarnya.

Ke depannya, lanjut Himawan, MP3 akan diperkaya repositorinya, diperkaya teknik dan metode pemanfaatannya. Hal itu demi peningkatan kualitas perencanaan pembangunan yang dilakukan.

Kerja bersama ini akan memperkuat proses perencanaan nasional agar lebih terpadu dan terkendali. Sehingga tercapai sasaran pembangunan secara keseluruhan,” kata Himawan dalam acara bertajuk ‘KSIxChange#42’ tersebut.

Ditambahkan, MP3 merupakan bagian dari kemitraan strategis Pemerintah Australia dan Indonesia. KSI mendukung manajemen pengetahuan sebagai pendekatan kunci di aspek ‘knowledge-to-policy’.

Di Kementerian PPN/Bappenas, KSI mendukung penerapan manajemen pengetahuan sebagai bagian integral Perpres Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi 2010-2025 dan Renstra Kementerian PPN/Bappenas 2020-2024.

Perwakilan Pemerintah Australia yang juga Konselor Menteri untuk Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Kedutaan Besar Australia, Jakarta, Kirsten Bishop menambahkan, pihaknya senang platform MP3 dapat mendukung peran Kementerian PPN/Bappenas sebagai clearing house.

“MP3 juga berguna untuk kerja sama lintas sektor dalam proses perencanaan pembangunan, untuk menjawab tantangan pembangunan Indonesia yang multidimensi,” tuturnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti menekankan pentingnya manajemen pengetahuan dalam penyusunan kebijakan berbasis bukti. Hal itu menjadi langkah awal untuk memetakan kebutuhan pengelolaan pengetahuan yang lebih holistik.

“Platform MP3 menjadi contoh bagi upaya perubahan yang dapat dilakukan oleh setiap lembaga, bahkan unit kerja, untuk mengarusutamakan kolaborasi pengetahuan dalam pelaksanaan tugas dan pekerjaan,” ujar Deputi Amalia.

Hadir dalam kesempatan itu, Direktur Industri, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian PPN/Bappenas Teguh Sambodo, beserta panelis Plt Direktur Perumusan Kebijakan Riset, Teknologi dan Inovasi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dudi Hidayat.

Selain itu masih ada Kepala Pusat Data dan Informasi Perencanaan Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas, M Irfan Saleh dan Team Leader KSI, Jana Hertz.

Hasil pembahasan menggarisbawahi peran MP3 dalam membangun budaya pengelolaan pengetahuan dengan kolaborasi dan konsolidasi siklus identifikasi, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, diseminasi, dan pembaruan pengetahuan di internal Kementerian PPN/Bappenas.

Diharapkan upaya itu bisa mendukung pola kerja menjadi lebih efisien dan produktif. Selain juga menghasilkan perencanaan pembangunan dan kebijakan berkualitas. (Tri Wahyuni)