Agar Rujukan Terkendali, Puskesmas Kalideres Berbagi ‘Best Practices’

0

JAKARTA (Suara Karya): Puskemas Kecamatan Kalideres menggelar kegiatan yang bisa saling berbagi pengalaman terbaik (best practices) di kalangan pengelola Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Hal itu penting untuk menjaga rasio rujukan tetap terkendali.

“Ini terkait peraturan yang meminta FKTP untuk menjaga rasio rujukan. Karena hal itu akan mempengaruhi nilai Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK),” kata Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Diah Sofiawati di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat, Kamis (1/8/2019).

Dalam program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), lanjut Diah Sofiawati, FKTP menjadi penjaga gerbang (gate keeper) pada pelayanan kesehatan. Untuk itu, perlunya FKTP melakukan pengendalian terhadap layanan rujukan.

“Peserta JKN dengan diagnosa penyakit yang dapat diselesaikan di FKTP harus diterapkan secara ketat. Tak boleh ada lagi asal rujuk ke rumah sakit. Dengan demikian, layanan rujukan semakin terkendali,” ucapnya.

Untuk itu, Diah Sofiawati menambahkan,BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat selalu melakukan pemantauan secara rutin. Salah satunya lewat kegiatan yang disebut pertemuan monitoring dan evaluasi rujukan FKTP dan ‘Best Practice Sharing’ untuk mengendalikan pelayanan rujukan FKTP.

“Informasi ini penting bagi FKTP. Jika terlalu banyak peserta dirujuk ke rumah sakit, hal itu akan mempengaruhi nilai Kapitasi Berbasis Komitmen Pelayanan (KBK) dari sebuah FKTP. Karena itu perlunya memberi pelayanan kesehatan kepada peserta secara efektif dan efisien,” ucapnya.

Selain kegiatan monitoring dan evaluasi atas pelayanan kesehatan terhadap rasio rujukan bulan pelayanan Januari-Juni 2019, lanjut Diah terdapat kegiatan yang berisi berbagi pengalaman terbaik (best practice sharing) oleh Puskesmas Kecamatan Kalideres.

“Lewat kegiatan ini, 20 FKTP yang hadir dapat saling berbagi pengalaman seputar pengendalian layanan rujukan. Misalkan, kendala di lapangan, hal yang bisa disinergikan, kompetensi yang harus ditingkatkan, serta solusi atau tips dan trik yang pernah dilaksanakan. Hasilnya, indikator rujukan dan mutu layanan terjaga dengan baik,” kata Diah.

Sementara itu, dokter umum yang biasa melayani pasien di Puskesmas Kalideres, Gita Nurina memaparkan layanan kesehatan yang dilaksanakan wilayah kerjanya. “Di lapangan kami sering melakukan edukasi ke peserta tentang sistem rujukan yang masih berlaku,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Gita Nurina, bagian layanan rujukan juga akan melakukan konfirmasi ulang kepada dokter yang menangani pasien. Jika pasien memang butuh rujukan, maka akan dibuatkan surat rujukan. Jika tidak, layanan itu tak perlu dipaksakan.

Ia menjelaskan hasil monitoring KBK untuk Puskesmas Kecamatan Kalideres dari Bulan Pelayanan Januari-Juni 2019. Nilai KBK yang baik harus didukung dengan angka kontak komunikasi yang baik, rujukan non spesialistik yang rendah dan rasio prolanis yang stabil.

“Kami selalu memberi layanan sesuai dengan peraturan agar pelaksanaannya menjadi efektif dan efisien bagi pasien, namun tetap mengedepankan mutu pelayanan,” kata Gita menandaskan.(Tri Wahyuni)