Agar Tak Salah Pilih, Yuk Cek Profil Kampus lewat Pindai Dikti!

0

JAKARTA (Suara Karya): Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) meluncurkan aplikasi Papan Informasi dan Data Institusi Pendidikan Tinggi (Pindai Dikti).

“Aplikasi itu juga berisi informasi seputar profil kampus, yang bisa dimanfaatkan masyarakat agar tak salah pilih perguruan tinggi,” kata Dirjen Dikti, Nizam dalam peluncuran Aplikasi Pindai Dikti secara daring, Rabu (2/6/2021).

Nizam menjelaskan, aplikasi Pindai Dikti dibuat untuk mendorong perguruan tinggi menerapkan manajemen yang lebih modern berbasis data. Pangkalan data tersebut diharapkan membantu manajemen kampus mengambil keputusan untuk pengembangan mutu yang berkelanjutan.

“Kita tak mungkin bisa melakukan peningkatan mutu tanpa pengukuran. Karena itu, data seputar pendidikan tinggi kami kumpulkan dengan menggunakan teknologi agar mudah dibaca dan dipahami,” ujarnya.

Ia berharap, aplikasi Pindai Dikti dapat meningkatkan semangat kampus untuk memperbaiki diri bersama perguruan tinggi lainnya di Indonesia. Karena Pindai Dikti menampilkan capaian mutu seluruh perguruan tinggi di Indonesia.

“Ini sekaligus bentuk akuntabilitas dan transparasi dari manajemen modern, yang diatur dalam UU Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Nizam.

Sementara itu, Direktur Kelembagaan Ditjen Dikti, Ridwan mengemukakan, aplikasi Pindai Dikti adalah sistem informasi yang akan memantau perkembangan pengelolaan dan kinerja perguruan tinggi. Selain, menyajikan representasi data-data dari berbagai sistem layanan di Ditjen Dikti.

Pindai Dikti menyajikan profil dan kinerja perguruan tinggi (PT) dalam 5 kelompok yaitu data dasar PT, data pengelolaan PT, data mutu PT, data kinerja PT, serta data capaian 8 IKU (Indikator Kinerja Utama) untuk PTN yang selalu dimutakhirkan.

Delapam IKU digunakan untuk mengukur keberhasilan dari transformasi di masing-masing perguruan tinggi. Data dalam Pindai Dikti berasal dari berbagai sistem layanan Ditjen Dikti yang memberi gambaran informasi terkait kinerja perguruan tinggi di Indonesia.

“Pindai Dikti memperlihatkan profil perguruan tinggi dan posisi hubungan institusinya terhadap perguruan tinggi lain, baik dalam bentuk pengelolaan maupun keseluruhan perguruan tinggi di Indonesia,” ujarnya.

Data pengelolaan PT juga mencakup standar nasional (SN) Dikti bagi dosen, baik dengan Nomor Induk Dosen Nasional (NIDN) dan Nomor Induk Dosen Khusus (NIDK). Termasuk di dalamnya, data tren jumlah mahasiswa aktif 3 tahun terakhir, data laporan akuntabilitas PT yang menjadi data laporan non-akademik.

“Data itu juga memuat hal-hal umum, seperti data luas lahan PT, jumlah daya tampung, ruang kuliah dan laboratorium, data statuta PT, serta data status pembinaan PT yang menerima sanksi,” ujarnya.

Untuk data mutu prodi, disebutkan, berisi data akreditasi prodi dengan peringkat akreditasi minimal C, data prodi terakreditasi internasional, data jumlah prodi kerja sama nasional dan internasional, data jumlah prodi yang memenuhi jumlah dosen tetap minimum 5 orang, serta data jumlah prodi yang memenuhi rasio dosen terhadap mahasiswa.

Data kinerja PT terdiri dari data dosen peneliti yang masuk dalam data jumlah dosen tetap peraih dana penelitian yang bersumber dari Kemdikbudristek, data dosen publikasi yang masuk dalam data jumlah dosen tetap pemilik publikasi baik nasional maupun internasional, data pengabdian masyarakat yang masuk dalam data jumlah dosen tetap pelaksana pengabdian masyarakat.

“Selain itu, masih ada data aktivitas mahasiswa peserta kegiatan ekstrakurikuler, dan data jumlah mahasiswa berprestasi, data jumlah lulusan PT/prodi setiap tahun, data lulusan bekerja dengan masa tunggu kurang dari 6 bulan, dan data kesesuaian bidang pekerjaan, serta data kerja sama industri untuk kegiatan pembelajaran seperti praktik magang, PKL dan lain sebagainya. (Tri Wahyuni)