Agung Laksono Ajak Ormas Gotong Royong Tanggulangi Dampak Covid-19

0
(suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Kosgoro 1957 HR Agung Laksono, mengajak organisasi kemasyarakatan (ormas) di Indonesia bergotong royong membantu pemerintah dalam menanggulangi dampak pandemi Covid-19 terhadap perekonomian yang dirasakan masyarakat saat ini.

“Dengan bergotong royong, semuanya akan menjadi lebih ringan dan kemungkinan permasalahan bisa diselesaikan lebih cepat. Jadi dalam hal ini, masyarakat mampu dan organisasi harus membantu meringankan beban masyarakat miskin, khususnya dalam memenuhi kebutuhan pangan selama diberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB),” kata Agung.

(suarakarya.co.id/Bayu Legianto)

Dikatakannya, Kosgoro 1957 sudah menjalankan program sosialnya untuk membantu meringankan beban pemerintah seperti pembagian alat pelindung diri (APD), bahan pangan, hingga nasi kotak dengan lauk bergizi telah dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan diseluruh Indonesia.

“Pembagian bantuan dikoordinir oleh para ketua Pengurus Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957, di seluruh Indonesia,” katanya.

Dikatakannya, selama Ramadhan Kosgoro 1957 menyediakan sekitar 6.500 nasi kotak dan itu dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, seperti sopir taksi, sopir angkutan umum, seniman, pemulung. “Pembagian tidak kami lakukan di jalan, melainkan mendatangi tempat tinggal dari masing-masing orang atau kelompok penerima,” ujarnya.

Pada Kesempatan yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Kosgoro 1957 Syamsul Bachri mengatakan, bantuan nasi kotak akan disalurkan dibeberapa titik lokasi yang sudah ditemtukan oleh para ketua PDK Kosgoro 1957.

“Mereka yang mengetahui siapa warga yang berhak menerima bantuan, dan itu dilakukan agar penyaluran bantuan tepat pada sasaran,” kata Syamsul.

Dia mengatakan, kegiatan sosial yang diselenggarakan Ormas pendiri Partai Golkar ini berjalan berkat donasi dari seluruh anggota dan simpatisan.

Sampai dengan hari ini, bantuan yang terkumpul 240 Kg beras, 300 ekor ayam potong, 30 Kg daging sapi, telur, dan uang tunai Rp 28 juta. “Kemungkinan jumlah bantuan masih akan terus bertambah, jadi kita masih terus menunggu,” kata Syamsul. (Bayu)