Agung Laksono Sebut Jimly Asshidiqie Sudah Lama Dukung Jokowi Dua Periode

0
Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 HR Agung Laksono. (Suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Jimly Asshidiqie sudah lama menyatakan pentingnya Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk kembali memimpin Indonesia lima tahun ke depan. Ini mengingat, diperlukan cukup waktu dalam menyelesaikan program-program kerja strategis yang sedang dijalankan untuk kemajuan bangsa.

Hal itu dikatakan Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 HR Agung Laksono kepada wartawan di Jakarta, Selasa (2/4/2019).

Dikatakan Agung, Prof. Jimly orang yang serius dan objektif dalam menilai dan memberikan dukungan. Setelah sekitar tiga tahun melihat, mengevaluasi dan menilai hasil kerja pemerintahan ini, Prof. Jimly sejak awal tahun 2018 lalu sudah bulat pendapatnya kalau masa bakti Presiden Joko Widodo perlu tambah satu periode lagi agar hasilnya lebih memuaskan.

Ketua Dewan Pakar DPP Partai Golkar itu mengungkapkan, dirinya sering bertemu Jimly dalam berbagai kesempatan. Dalam pertemuan itu, Jimly senantiasa menyatakan rasa senangnya melihat kinerja Presiden Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi.

Menurut Agung, melihat beberapa tahun kinerja Presiden Jokowi, juga kejujuran dan kesederhanaan dirinya dan keluarganya yang sangat nyata, serta kerendahan hatinya yang dalam, Prof. Jimly merasa Pak Jokowi perlu diberi kesempatan melanjutkan masa baktinya satu periode lagi.

“Sekarang ada beredar di daring dan medsos, berita bernuansa simpulan bahwa Prof. Jimly mendukung pasangan Capres/Cawapres 02. Saya langsung merasa, berita itu pasti ngawur, nggak benar atau fitnah,” ujar Agung. Berita itu akhirnya terkonfirmasi sebagai fitnah ketika isinya ternyata hanya berdasarkan peristiwa lama bahwa Jimly sebagai Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) pernah melantik Sandiaga Uno menjadi Ketua Korwil ICMI DKI Jakarta. Itu terjadi pada 7 Agustus 2018.

Dia mengatakan, terlalu naif dan lebay mengait-kaitkan antara tugas organisasi Jimly Asshiddiqie sebagai Ketua Umum ICMI dan masalah pilihan atau sikap politik pribadinya dalam Pemilu Serentak 2019.

Jimly melantik Sandiaga Uno menjadi Ketua Korwil ICMI DKI Jakarta karena itu tugas organisasi. Dia harus melaksanakan itu sebagai amanat organisasi yang harus dijalankan.

“Dia tinggal menjalankan saja. Secara organisatoris, dia salah kalau tidak melakukan pelantikan itu. Jadi, apa masalahnya. Itu urusan intern organisasi ICMI, peristiwanya pun sudah tahun lalu dan tidak ada kaitannya dengan pelaksanaan Pemilu Serentak 2019,” ujar Agung.

Gorengan isu Jimly dukung Capres/Cawapres 02 itu, menurut Agung, sangat merugikan Jimly yang sekarang tengah mencalonkan diri menjadi anggota DPD RI di DKI Jakarta.

“Kalau para pendukung Pak Jokowi di DKI Jakarta termakan isu nggak bener itu dan akhirnya tidak memilih Prof. Jimly, khan rugi kita. Seorang tokoh senior yang sangat mumpuni, memiliki pengalaman luas dan track record yang sangat baik telah gagal, tidak terpilih hanya karena fitnah,” katanya.

Menurutnya, orang perlu membedakan antara tugas organisasi dan sikap politik pribadi. Tidak sulit untuk membedakan kedua urusan itu. Melantik Sandiaga menjadi Ketua Korwil ICMI DKI Jakarta jelas urusan organisasi, dan tidak otomatis itu bisa dianggap mendukung pasangan Capres/Cawapres 02. Secara pribadi, demikian.Agung, dirinya sangat mengenal dekat Jimly Asshiddiqie.

“Orangnya konsisten dalam bersikap. Kami kalau bertemu, senantiasa membicarakan masalah-masalah kenegaraan dan pemerintahan, bagaimana mencapai kemajuan-kemajuan, bagaimana kita menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan menjunjung tinggi hak-hak asasi manusia,” kata Agung.

Selain itu, juga sering berbincang soal pembangunan, termasuk soal infrastruktur, peningkatan produksi pertanian dan perikanan, kualitas pendidikan, ekonomi umat, kesehatan dan penyediaan lapangan kerjsa.

Sejak awal tahun 2018 Pak Jimly ini sudah bicara kemana-mana agar Pak Jokowi ini menjabat dua periode. Mengapa? Karena banyak prestasi yang sudah dicapai dan banyak pula yang perlu dituntaskan.

Karena itu, Agung Laksono sangat mendukung langkah Jimly Asshiddiqie untuk maju dalam pemilihan anggota DPD RI. (Pramuji)