Agung Laksono Sebut Penuntasan Nawacita Harus Dua Periode

0
PEMBUKAAN GROUND 57- Ketua Umum PPK Kosgoro 1957 HR Agung Laksono (kiri) ditemani jajaran Pengurus Pusat Kolektif Kosgoro 1957 saat pembukaan kedai kopi Ground 57 di Jakarta, Senin (17/9) malam.

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Dewan Pakar Partai Golkar  HR Agung Laksono, menyatakan untuk menuntaskan Program Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus menjabat dua periode.

“Nawacita pertama itu belum tuntas. Perlu penetapan implementasi Nawacita II. Masih sama visi misinya. Maka itu perlu yang kedua untuk menuntaskan. Dengan lebih mensinergikan dengan semua komponen bangsa,” ungkap Agung kepada wartawan di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Menurut dia, masalah waktu dirasa menjadi salah satu penghambat dalam implementasi janji dalam Nawacita. Seperti tol darat, tol laut maupun memperbaiki BPJS.

“Itu tugas kami menjelaskan, sehingga masyarakat lebih tahu Nawacita I dan II. Pak Jokowi selalu mengatakan yang real. Bukan sekedar mengatakan akan. Ini yang sudah dirasakan meski sudah diawali dengan baik tapi belum menyeluruh,” ujarnya.

Sementara itu, kelompok relawan Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI) memandang Nawacita itu cocok di tengah persaingan ekonomi demi kemajuang bangsa.

Sinergi Nawacita Indonesia (SNCI) terdiri dari tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang dan lintas agama, cendikiawan, purnawirawan, pengusaha serta organisasi-organisasi relawan.

“Kami ingin memperkuat, membantu menyelesaikan Nawacita. Ini pekerjaan rumah buat bangsa. Besar sekali,” kata Ketua Umum SNCI RM Suryo Atmanto di Jakarta, Jumat (16/11/2018).

Menurut dia, Nawacita mutlak dituntaskan guna mewujudkan Indonesia maju, sejahtera dan dihormati dunia. Dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa, sinergi anak bangsa juga diperlukan untuk saling bahu-membahu meningkatkan kompetensi dan kualitas sumberdaya manusia sekaligus menjadi prioritas Nawacita di masa kini dan akan datang.

“Keberpihakan Nawacita untuk mengangkat derajat kehidupan rakyat dan martabat bangsa tak dapat dipungkiri. Apalagi banyak pujian dan testimoni para pemimpin dunia terhadap reputasi Presiden Jokowi, merupakan bukti bukan sekadar janji. Sehingga Pak Jokowi bersama tim pemerintahannya perlu dibantu. Karena itu kami merasa perlu membantu beliau,” ungkap Suryo. (Pramuji)