Agung Laksono Yakin Bamsoet Pegang Komitmen Dukung Airlangga Jadi Ketum Golkar

0
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, didampingi Ketua Dewan Pakar HR Agung Laksono. (foto: ist/net)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Dewan Pakar Partai Golkar HR Agung Laksono, meminta Bambang Soesatyo (Bamsoet) untuk menjalankan komitmennya dengan mendukung Airlangga Hartarto dalam Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar sebagai ketua umum (Ketum). Rencananya, Munas akan dilaksanakan pada Desember 2019 mendatang.

Diketahui, pernyataan ini dilontarkan Agung untuk menanggapi banyaknyanpemberitaan di media massa yang menyebutkan bahwa Bamsoet tetap akan maju sebagai calon Ketua Umum Golkar pada Munas nanti.

Namun demikian, Ketua Umum Kosgoro 1957 ini juga mengatakan bahwa sebelumnya sudah ada pembicaraan antara Bamsoet dengan Airlangga Hartarto, sampai akhirnya lahir-lah kesepakatan yang terlihat saat ini.

Menurut Agung, deal-deal dalam politik itu sah-sah saja. Apalagi, kesepakatan itu bisa menghasilkan suasana yang kondusif.

“Jadi seharusnya tidak perlu malu kalau ada kesepakatan yang diungkapkan dalam pendistribusian kekuasaan ini,” kata Agung kepada suarakarya.co.id, di Jakarta, Rabu (16/10/2019).

Ditegaskan Agung, jabatan Ketua MPR yang diemban Bamsoet saat ini adalah bentuk kesepakatan yang telah mereka disepakati.

“Airlangga berhasil melobi fraksi-fraksi di DPR dan ratusan anggota DPD untuk menjadikan Bamsoet sebagai Ketua MPR. Jadi, sebagai kader yang saat ini diutus Partai Golkar untuk duduk di kursi Ketua MPR, sebaiknya fokus. Kemudian dukunglah Airlangga dalam pencalonan sebagai Ketua Umum Partai Golkar di Munas pada Desember 2019 nanti,” katanya.

Diungkapkan Agung, apalagi Bamsoet juga telah menyatakan terima kasih dan ketika diumumkan menjadi Ketua MPR dia menyatakan kalau tidak ada lagi kontestasi dan persaingan politik, yang ada adalah sama-sama membangun konsolidasi.

“Itu artinya, Bamsoet secara penuh mendukung Airlangga untuk maju sebagai Ketua Umum Partai Golkar pada Munas yang akan datang. Namun demikian, semua pemilihan itu tetap melalui proses dan mekanisme Munas, karena tidak boleh ketua umum lahir tanpa Munas dan kami menundukung Pak Airlangga,” katanya.

Dia meyakini mayoritas kader Golkar, khususnya yang mempunyai hak suara mendukung Airlangga untuk kembali menjadi ketua umum di periode selanjutnya.

Agung berharap, Bamsoet konsisten dengan apa yang telah disepakati bersama Airlangga. Karena memang kesepakatan itu tidak dibuat secara tertulis, tetapi gentleman agreeman, jauh lebih kuat dalam dunia perpolitikan.

“Sebaiknya, Bamsoet segera fokus dalam melakukan tugasnya sebagai Ketua MPR seperti menjaga UUD 1945, melancarkan pelantikan presiden dan melakukan kajian-kajian terhadap usulan-usulan amandemen UUD 1945,” katanya.

Namun demikian lanjut Agung, Amandemen UUD 1945 itu harus didasari dengan pertimbangan-pertimbangan politik, yang bisa menyejukan dan menyejahterakan bangsa. Karena kita tidak boleh menjadikan bangsa ini sebagai laboratorium politik dan itu risikonya sangat besar. (Pramuji)