Airlangga: Amanah KOSGORO 1957 Insya Allah Saya Laksanakan

0
Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto saat menyampaikan sambutan pada acara Muspimnas KOSGORO 1957 V, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (31/7/2019). (Foto: suarakarya.co.id/Sugandi)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto merasa bangga dan terima kasi atas dukungan yang diberikan KOSGORO 1957 kepada dirinya untuk menduduki kembali jabatan Ketua Umum DPP Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) 2019 yang akan berlangsung Desember mendatang.

Airlangga menyampaikan hal itu, dalam sambutannya di acara Musyawarah Pimpinan Nasional (Muspimnas) V KOSGORO 1957, di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Rabu (31/7/2019) malam.

“Dukungan KOSGORO 1957 periode lalu yang saya terima di Hotel Peninsula Alhamdulillah amanahnya bisa saya laksanakan, Insya Allah dukungan yang disampaikan di Hotel Kartika kali ini, mudah-mudahan amanah ini juga saya bisa laksakan, ditambah Insya Allah dari MKGR dan SOKSI. Karenanya, saya mengucapkan terima kasih telah diberikan amanat oleh KOSGORO 1957 mendukung saya kembali menjadi Ketua Umum DPP Partai Golkar pada Munas Golkar Desember nanti,” kata Airlangga.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Perindustrian ini juga mengampaikan sejumlah ‘pekerjaan rumah’ Partai Golkar ke depan. Menurut dia, Partai golkar ke depan akan melakukan konsolidasi, karena dalam kurun waktu lima tahun, Golkar lima ketua umum.

Dia pun menyadari, dalam satu tahun kepemimpinannya, kaderisasi belum bisa berjalan normal.

“Karena satu tahun kita langsung menghadapi pemenangan pemilu. Dan struktur organisasinya bukan dalam struktur normal. Jadi kita berharap ke depan strukturnya dalam keadaan normal, sehingga bisa melakukan kaderisasi secara bertingkat. Mulai dari kabupaten/kota, kemudian provinsi bahkan di tingkat nasional,” ujar Airlangga.

Yang kedua, katanya, berdasarkan pengalaman, dalam perjalanan menghadapi pemilu, Golkar selalu mengalami hambatan dan tantangan, terutama menyangkut saksi. Karenanya, Airlangga mewacanakan perlunya membuat kelembagaan saksi yang bisa difaatkan dalam Pilkada 2020 dan Pileg mendatang.

Dia juga menyatakan, Partai Golkar dikenal sebagai ‘citybank’-nya politik. Pasalnya, tidak ada pengurus partai yang lolos pemilu yang bukan lulusan Partai Golkar.

“Kami bisa melaporkan juga diaspora Partai Golkar, dimana partai-partai yang alumni Partai Golkar dan tidak mendapatkan ‘kursi di DPR’, mereka akan bergabung dalam Fraksi Partai Golkar baik di kabupaten maupun kota, bahkan di provinsi. Dan tentu diaspora partai lain yang duduk di DPR, juga kita sudah berbicara tentang aliansi strategis dalam kebijakan publik,” katanya.

Hal ini, kata Airlangga, akan mendorong kebijakan ke depan dalam mengawal pemerintahan Jokowi-KH Ma’ruf Amin mendatang. “Insya Allah kita akan semakin solid,” katanya singkat.

Dia juga menyebutkan, beberapa agenda politik yang menjadi pekerjaan rumah, yaitu terkait dengan undang-undang politik. “Kita akan mengutamanakan pemisahan pemilu presiden dan pemilu legislatif. Dalam UU Pemilu, sistem pemilu yang sekarang terbuka, mungkin akan kita dorong untuk sistem prporsional tertutup. Kemudian juga Pilkada yang direncanakan secara masif  2020-2022, perlu kita evaluasi, karena mungkin tidak pada tempatnya waktu pemilu dan masa jabatan harus menunggu dua tahun,” ujarnya menambahkan. (Gan)