Airlangga Berhasil Selamatkan Golkar dari Risiko Keterpurukan

0
Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi. (Ist)

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dinilai berhasil menyelamatkan Partai Golkar dari risiko keterpurukan. Hal itu dapat dilihat dari hasil Pemilu 2019, dimana posisi Partai Golkar berada di urutan kedua dalam raihan kursi DPR setelah PDI-Perjuangan.

Pernyataan itu, disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kepada wartawan, Selasa (21/5/2019).

Berdasarkan data internal Partai Golkar dari hasil pleno KPU 34 provinsi (80 dapil), Golkar meraih 85 suara dan berada di posisi kedua setelah PDI-P dengan 128 kursi di DPR. Lalu posisi ketiga didapat Partai Gerindra dengan 78 kursi.

Sementara Nasdem berada di urutan keempat dengan perolehan 59 kursi dan PKB urutan kelima dengan 58 kursi di Senayan.

Meski perolehan kursi Golkar tak sesuai target 100 kursi, namun Dedi menilai, capaian tersebut patut diapresiasi karena sudah menyelamatkan Golkar dari risiko terpuruk, yakni di bawah partai yang meraih 10 persen suara.

“Meski tak memenuhi target 100 kursi, tapi Pak Airlangga Hartato sudah menyelamatkan Golkar dari risiko keterpurukan. Dimana Golkar berada di posisi kedua. Capaian itu sudah menyelamatkan Golar dari risiko terpuruk,” ujar Dedi.

Kepemimpinan Airlangga, menurut dia, cukup efektif dalam memimpin Golkar. Padahal, katanya, saat ini Golkar mengalami guncangan, mulai ancaman terbelah dua hingga masalah hukum yang menimpa ketua umum sebelumnya, Setya Novanto. Selain itu, terjadi beberapa kali musibah hukum yang dialami elite Partai Golkar. (Gan)