Airlangga Hartarto: Ujaran Kebencian terhadap Presiden tak Semestinya Muncul

0

JAKARTA (Suara Karya): Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto meminta semua pihak menghormati apapun hasil Pemilu 2019.

Luapan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo sampai hendak memenggal kepala, kata Airlangga, tak semestinya muncul.

Dia mengatakan hal itu, menanggapi beredarnya rekaman video seorang wanita berunjuk rasa di depan Kantor Bawaslu pada Jumat 10 Mei lalu. Tak lama, muncul pria berkata, “Penggal kepala Jokowi,” dalam video itu. Pria berjaket cokelat dan berkopiah menyerukan supaya memenggal kepala Presiden Jokowi.

“Kan kalau kita semua diselesaikan dengan pemilu. Jadi pemilu sudah dilaksanakan. Masyarakat sudah memilih. Nah, itu sudah menjadi keputusan. Suara rakyat, jadi tidak ada lagi (people power),” ujar Airlangga, dalam acara buka puasa bersama Aburizal Bakrie bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dan sejumlah tokoh masyarakat lainnya, di Jakarta, Minggu (12/5/2019).

“Kasus tersebut sudah ditangani dengan baik oleh polisi dan diharapkan kejadian serupa tak terulang,” ujarnya menambahkan.

Hal senada disampaikan Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie. Dia berharap, situasi keamanan dan politik nasional tetap terjaga pascapemilu. Karena itu, ia meminta semua pihak menahan diri.

“Ya mudah-mudahan aman ya. Semua menahan diri supaya aman karena yang korban ekonomi kita juga. Jadi enggak baik dan rakyat tidak siap,” katanya. (Gan)