Airlangga Ingin Partai Golkar Rebut Pilkada 2020

0

MANADO (Suara Karya): Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengungkapkan, Partai Golkar pasca reformasi ini kembali menjadi partai besar yang profesional dan disegani semua pihak di kancah nasional.

“Intinya kita ingin Partai Golkar kembali menjadi partai yang besar,” kata Airlangga Hartarto pada acara konsolidasi nasional ormas-ormas Tri Karya kepartaian Partai Golkar di Grand Kawanua Center, Manado, Sulawesi Utara, Jumat (1/11/2019) malam.

Keinginan kearah itu ujarnya, didukung oleh perkembangan partai terutama pasca pemilu 2019 yang pada akhirnya memberi peluang kader Partai Golkar banyak masuk di kabinet dan legislatif.

“Kalau kita lihat perjalanan Partai Golkar pasca reformasi, memang ada bedanya kita memenangkan pasangan presiden pada pemilu (2019), dan apa yang dipercayakan oleh presiden yang memenangkan pemilu dan bukan. Beliau (presiden) memberikan kepercayaan kepada empat kader terbaik Partai Golkar untuk membantunya (menjadi menteri). Dan, pasca reformasi adalah jumlah yang terbesar,” jelasnya.

Kekuatan Partai Golkar pasca pemilu 2019 sudah harus diperhitungkan dan sudah saatnya pada pemilihan kepada daerah (pilkada) 2020 Partai Golkar sudah mempunyai modal untuk memenangkan pertarungan di daerah,

“Tadi Pak Agung (Ketum PPK Kosgoro 1957 Agung Laksono) mengingatkan bahwa Parti Golkar  ini kuat. Bahwa kolektif memorinya kuat untuk memenangkan (pilkada). Partai Golkar yang solid akan disegani oleh partai lain, ini menjadi modal kita untuk memenangi kegiatan ke depan dan yang paling dekat adalah pilkada 2020,” tandasnya membakar semangat kader Partai Golkar pada konsolnas di Manado yang merekomendasikan dirinya kembali memimpin Partai Gokar ke depan.

Acara konsolas itu dihadiri di antaranya, Wakil Ketua Pembina Partai Golkar Theo Sambuaga, Menpora Zainudin Amali, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin, Wamen Perdagangan Jerry Sambuaga, serta ratusan Ketua DPD I dan II Golkar se-Indonesia Timur

Sementara di legislatif dan dewan perwakilan daerah, tambahnya kader partai beringin ini banyak menduduki jabatan pada unsur pimpinan.

“Kalau kita lihat di DPR, kita menjadi pimpinan, di MPR kita menjadi penguat, kader Partai Golkar juga menjadi pimpinan. Jadi cukup banyak kader kita di lembaga-lembaga strategis. Ini membuktikan Golkar adalah partai dengan kader yang luar biasa,” ujarnya.

Menteri Perindustrian pada era kabinet pertama Jokowi menambahkan, di DPR RI partai yang dipimpinnya menduduki tiga jabatan, ketua, dan mendapatkan 10 anggota dewan.

“Itu berbeda dengan partai lain, kita patut mendapatkan posisi strategis kedua setelah PDIP dan Partai Golkar masih menjadi partai yang strategis dan diperhitungkan, setelah itu Partai Golkar diharapkan mewarnai perkembangan pembangunan,” jelasnya.

Oleh karena itu, dalam rangka menghadapi kegiatan ke depan,  Partai Golkar sudah menyelesaikan agenda-agenda politik dan kenegaraan mulai dari pelantikaan di DPR, pelantikan Presiden.

“Dan, Partai Golkar akan menjalankan agenda ke depan. Untuk menyelenggarakan munas dijadwalkan bisa di awal atau di akhir desember nanti tetapi tidak bisa tahun depan. Jadwalnya adalah 2019. DPP akan mempersiapan rapimnas dan agendanya tanpa diberi tahu semuanya sudah tahu,” kata Airlangga. (Indra DH)