Akomodir Milenial, Kemdikbud Luncurkan Rumah Belajar versi Mobile

0

JAKARTA (Suara Karya): Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) meluncurkan aplikasi Rumah Belajar versi mobile. Tampilan halaman mukanya dibuat lebih menarik, sesuai dengan selera generasi milenial.

“Aplikasi Rumah Belajar versi mobile sudah bisa diunduh mulai hari ini di playstore,” kata Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekkom) Kemdikbud, Gogot Suharwoto saat meluncurkan Rumah Belajar versi mobile dalam acara puncak Penghargaan Anugerah Kihajar, di Jakarta, Kamis (14/11/19).

Gogot menjelaskan, Pustekkom sejak awal mengembangkan Rumah Belajar sebagai portal pembelajaran untuk siswa, guru dan tenaga pendidikan yang bisa diakses secara offline. Berkat kemajuan teknologi, portal tersebut diperluas menjadi versi website pada 2011.

“Melihat trend siswa generasi Z sebagai pengguna aktif perangkat digital, yang mencapai minimal 6,5 jam per hari, kami terdorong untuk membuat portal Rumah Belajar dalam versi mobile. Diharapkan, siswa dapat mengakses aplikasi melalui telepon pintar,” katanya.

Ditambahkan, Rumah Belajar versi mobile lebih mudah dalam pencarian konten. Tampilan luarnya dibuat lebih menarik sesuai tren aplikasi saat ini. Pengguna akan dapat pop-up notification jika ada konten terbaru. Selain kemudahan registrasi, karena pengguna dapat log in melalui akun sosial media mereka.

“Konten juga bisa diunduh dan dimanfaatkan secara offline,” tuturnya.

Kemdikbud juga menggandeng aktor muda Angga Yunanda (19) sebagai brand ambassador Rumah Belajar. Diharapkan Angga dapat mengajak kalangan milenial untuk aktif di Rumah Belajar. Apalagi Angga saat ini adalah siswa homeschooling jenjang SMA yang butuh beragam konten pembelajaran.

Hal itu dibenarkan Angga, pemain film berjudul Dua Garis Biru. Ia mengaku terbantu dengan kehadiran Rumah Belajar. Melalui ponsel pintarnya, Angga dapat mempelajari materi pembelajaran dari guru kapan saja, dimana saja dan dengan siapa saja.

“Karena tampilannya yang menarik, belajar dari Rumah Belajar jadi lebih mudah dan tak membosankan. Pola belajar saya jadi terbantu berkat Rumah Belajar,” kata Angga yang hadir dalam acara tersebut.

Untuk memaksimalkan desiminasi prmanfaatan Rumah Belajar, Gogot menambahkan, pihaknya menjaring guru-guru pilihan dengan serangkaian pelatihan berjenjang. Mereka tergabung dalam Duta Rumah Belajar di masing-masing provinsi.

“Duta Rumah Belajar diharapkan bisa menjadi mesin penggerak utama dalam membangun budaya pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran di sekolah untuk guru dan komunitas. Kehadiran Duta Rumah Belajar akan memberi manfaat secara optimal,” ucap Gogot menandaskan. (Tri Wahyuni)