Aktivitas Fisik Dapat Perkuat Daya Tahan Tubuh pada Anak

0

JAKARTA (Suara Karya): Berkembangnya teknologi digital di Tanah Air membawa dampak positif dan negatif bagi anak. Berkat teknologi, banyak hal dimudahkan. Namun disisi lain, aktivitas fisik pada anak semakin menurun.

“Padahal, aktivitas fisik itu penting untuk perkuat daya tahan tubuh anak. Orangtua seharusnya resah, jika anaknya seharian anteng main game lewat gadget. Itu tidak sehat untuk mental dan fisik anak,” kata dokter yang juga pakar parenting, Andyda Meliala disela peluncuran Stimuno “Timo Land” di Mall Kota Kasablanka, Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

Andyda dalam kesempatan itu didampingi Pimpinan Dexa Grup, Ferry A Soetikno dan Sales & Marketing Director of Consumer Health, PT Dexa Medica Andrew Sulistya.

Andyda menjelaskan, badan kesehatan dunia WHO merekomendasikan agar anak usia 5-17 tahun melakukan aktivitas fisik minimal 60 menit dalam sehari, dan tiga kali dalam seminggu. Hal itu cukup untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak agar tidak mudah terkena penyakit.

Dokter lulusan Universitas Gadjah Mada itu menyebut, ada empat pilar kesehatan yang perlu diperhatikan untuk menjaga daya tahan tubuh, yaitu tidur, inteligensia/sehat pikiran, makan atau asupan yang baik, dan olahraga atau aktivitas fisik.

Untuk aktivitas fisik pada anak usia 5-17 tahun, menurut Andyda, sebaiknya fokus pada tiga hal yakni aerobik, penguatan otot dan penguatan tulang. Dicontohkan, kegiatan aerobik seperti melompat-lompat, berlari dan menari. Aktivitas aerobik dapat meningkatkan kebugaran kardiorespirasi.

“Aktivitas untuk kekuatan otot ada pada permainan yang menggunakan alat bermain, tarik-menarik dan memanjat pohon. Sedangkan olahraga untuk kekuatan tulang biasanya dalam bentuk kegiatan tumbukan seperti berlari, lompat tali, olahraga basket dan tenis.

“Aktivitas fisik membuat antibodi atau sel darah merah akan bersirkulasi lebih cepat. Sehingga tubuh dapat mendeteksi penyakit lebih awal. Tak hanya itu, kenaikan singkat suhu tubuh selama dan sesaat setelah aktivitas juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri,”

“Kenaikan suhu juga membantu tubuh melawan infeksi lebih baik. Aktivitas fisik juga dapat memicu pertumbuhan otak serta pengeluaran endorphin yang penting untuk memperkuat terciptanya hormon kebahagiaan,” jelasnya.

Guna mendorong anak menjalani aktivitas fisik yang optimal dan terjaga kesehatannya, Andyda menyarankan kegiatan itu sebagai bagian dari gaya hidup. “Ajak anak untuk berdiskusi tentang aktivitas apa yang bisa dilakukan sehari-hari. Intinya, harus ada dukungan dalam ekosistem agar aktivitas fisik menjadi bagian dari anak, baik di rumah, sekolah maupun di mana pun,” ucapnya.

Terkait hal itu, Andrew Sulistya mengatakan, Dexa Group menggagas kegiatan yang disebut “Timo Land School to School”. Program itu mengajak anak sekolah dasar (SD) di hampir seluruh kota di Indonesia untuk beraktivitas fisik. Kegiatan itu dipusatkan di sejumlah mall di Jakarta, Bandung dan Surabaya.

“Kami juga menggelar kompetisi aktivitas fisik yang dibagi dalam dua kategori yakni seni dan olahraga. Pada Oktober ini, final kompetisinya melibatkan 120 siswa SD se-Jabodetabek,” ucapnya.

Dua kategori yang dikompetisikan dalam Timo Land School to School ini adalah seni yang meliputi tari tradisional, tari modern dan vocal group. Untuk kategori olahraga meliputi free style ball, seni bela diri dan hula hoop. (Tri Wahyuni)