Akui Lahan Milik Pertamina, Warga Pancoran Rela Tinggalkan Lokasi

0

JAKARTA (Suara Karya): Sebagian besar warga Pancoran Buntu II ternyata sudah tidak ada di lokasi. Mereka meninggalkan lahan yang dipersoalkan dengan sukarela, karena mengakui bahwa lahan tersebut sah milik Pertamina, sehingga tak ada alasan bagi warga untuk bertahan.

“Pertamina sudah menunjukkan bukti-bukti kepemilikan. Karena kami merasa tidak punya hak atas lahan tersebut, maka kami sukarela meninggalkannya,” kata Didi Kurniawan, mantan Sekretaris RT 06/02 kepada media hari ini.

Menurut Didi, sebenarnya dia menempati lahan tersebut sudah sangat lama, sektar 33 tahun. Hanya saja, sejak awal mendiami, 1988, sebenarnya dia juga khawatir. Pasalnya, pada lahan tersebut sudah berdiri plang bahwa lokasi itu milik Pertamina.

“Jadi memang sempat ragu-ragu. Tetapi akhirnya saya jalani juga. Apalagi di wilayah ini, akhirnya tujuh kali menjabat sebagai Sekretaris,” lanjut Didi, yang mengaku belum sekalipun membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) terhadap lahan yang dia tempati itu.

Untuk itulah, ketika saat ini Pertamina akan mempergunakan lahan tersebut untuk kepentingan Negara, maka Didi dan keluarga rela keluar. Apalagi, dalam melakukan sosialisasi mengenai kepemilikan lahan, lanjutnya, Pertamina menyampaikan secara sopan, baik, ramah, dan dengan menunjukkan bukti-bukti legalitas lahan. “Sama sekali tidak ada intimidasi,” imbuhnya.

Samsul Arifin, yang dulu juga menempati Pancoran Buntu II juga mengaku suka rela meninggalkan lokasi. Alasannya sama, karena Pertamina sebagai pemilik sah,meminta warga meninggalkan lokasi. “Saya juga menerima sosialisasi dengan sangat baik,” kata dia.

Pertamina, menurut Samsul, juga akomodatif terhadap keluhan warga. Antara lain, menerima keluhan warga yang meminta perpanjangan waktu untuk keluar, karena adanya putra-putri mereka yang masih sekolah. Menyikapi keluhan tersebut, imbuh Samsul, Pertamina telah memberikan solusi dengan baik.

“Untuk itu kalau boleh saya memberi sumbang saran untuk warga yang masih bertahan, sebaiknya segera meninggalkan lokasi. Karena saya melihat sendiri surat-surat asli kepemilikan lahan Pertamina. Kalau ada yang dirasa kurang, kan bisa dibicarakan baik-baik dengan Pertamina,” lanjutnya. (Pramuji)