Alia Noorayu: Tambah Ruang Publik, Cegah Kaum Muda Terlibat Narkoba

0

JAKARTA (Suara Karya): Maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba di kalangan anak muda di DKI Jakarta, khususnya di Jakarta Timur, menjadi tantangan tersendiri bagi calon anggota DPRD DKI Jakarta, Alia Noorayu Laksono.

Sebagai calon pemimpin masa depan, Alia yang kini baru menginjak usia 24 tahun ini, bertekad mengambil langkah antisipatif agar anak-anak muda terhindar dari pergaulan bebas dan penyalahgunaan narkoba.

Program apa yang akan dilakukan bila dirinya terpilih menjadi anggita DPRD DKI Jakarta pada Pemilu 2019?

“Semaksimal mungkin saya akan memanfaatkan potensi yang ada jika saya terpilih. Saya akan menambah ruang publik sebanyak-banyaknya di daerah pemilihan (dapil) saya, yakni di Kecamatan Keramat Jati, Duren Sawit dan Jatinegara,” ujar Alia, saat menghadiri acara Kopi Darat (Kopdar) Praja Muda Beringin (PMB)’ bertajuk; Seberapa Gregetkah Caleg Muda Golkar?, di Gedung Kosgoro 1957, Jln Hang Lekiu I Nomor 3, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (21/10/2018).

Finalis None Jakarta 2018 ini, berjanji akan membangun karakter pemuda DKI Jakarta untuk lebih produktif, kreatif dan inovatif serta akan menciptakan warga DKI Jakarta yang sehat serta mendapatkan pendidikan yang layak.

“Karena, setelah saya berbicara dengan aparat keamanan di beberapa daerah di wilayah dapil saya, tampaknya masih kekurangan ruang terbuka, seperti lapangan futsal, lapangan badminton dan dan sarana olahraga lain. Akibatnya, para pemuda tidak sedikit yang akhirnya terjun ke narkoba, minuman keras,” ujar Alia.

Alia Noorayu Laksono, tercatat sebagai fungsionaris Partai Golkar Jatinegara, Jakarta Timur ini, belakangan aktif terjun ke masyarakat. Dia ingin melihat dan menyerap aspirasi, sekaligus mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat saat ini.

“Intinya, saya siap mengabdi untuk DKI Jakarta. Ini juga yang menjadi alasan mengapa saya memberanikan diri untuk maju menjadi wakil rakyat di Jakarta Timur, di tempat dimana saya dilahirkan dan tinggal serta dibesarkan,” ujar Alia.

Lalu apa persiapan dan strategi Alia menjelang perhelatan pesta demokrasi nasional tahun depan? “Strategi yang saya lakukan untuk pemenangan saya, adalah membentuk tim relawan dan relawati di tingkat RT/RW. Saya juga aktif bergabung dengan ibu-ibu PKK, Karang Taruna, ibu-ibu Posyandu, serta memberdayakan kader golkar yang kebetulan saya adalah fungsionaris Golkar Jatinegara,” ujarnya.

Tak hanya itu, selama beberapa bulan ke belakang, Alia aktif mengikuti Abang None Jakarta Timur dan Abang None DKI Jakarta 2018, dimana dirinya berhasil meraih Wakil II None Jakarta Timur 2018 dan finalis None Jakarta 2018.

“Menjadi wakil rakyat adalah pengabdian tingkat paling tinggi,” ujar wanita yang pernah kuliah lima tahun di Amerika Serikat dan sebelumnya sekolah internasional selama 12 tahun di Jakarta ini.

Sebab, dia menyadari betul bahwa di pemerintahan, partai atau organisasi apapun, harus ada regenerasi. Karenanya, Alia mengatakan, harus ada representatif pemuda di pemerintahan. “Dengan alasan itulah saya memberanikan diri untuk mencalonkan menjadi wakil rakyat,” katanya.

Untuk menjadi calon pemimpin, ujar Alia, memelukan perjuangan yang sangat hebat. Harus ikhlas dan harus sabar. “Saya pelan-pelan menyiapkan mainset saya agar siap melakukan semua tantangan yang dihadapi,” paparnya.

Mengingat, di ajang pesta demokrasi lima tahunan ini, dirinya bukan hanya menggali potensi, tetapi dia juga harus banyak belajar tentang Kota Jakarta, khusunya Jakarta Timur sebagai dapilnya. Saya sadar banyak hal yang bisa saya lakukan untuk memajukan Ibu Kota DKI Jakarta. Misalnya saya banyak belajar tentang budaya, termasuk mencari pola bagaimana menciptakan warga DKI Jakarta yang sehat serta mendapatkan pendidikan yang layak,” katanya.

Yang tidak kalah penting, Alia memiliki tekad meningkatkan gizi dan balita sehat serta menjaga lingkungan. Sebab jika nantinya terpilih, putri bungsu politisi senior Agung Laksono ini, berkeinginan masuk di Komisi E yang membidangi kesejahteraan rakyat, siapa tahu nantinya saya bisa seperti papa,” katanya bangga.(Sugandi)