Anak-anak dan Lanjut Usia Korban Tsunami di Lampung Butuh Bantuan Popok

0
pengungsi korban tsunami Lampung (dok Radar lampung)

JAKARTA (Suara Karya): Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Sumarju Saeni mengatakan, masyarakat Lampung yang menjadi korban terjangan tsunami, Sabtu malam lalu, khususnya anak-anak dan lanjut usia, saat ini membutuhkan bantuan popok. Pasalnya, stok yang tersedia kini mulai menipis.

“Mereka kini mengungsi untuk menghindari terjangan tsunami. Persediaan barang kebutuhan pengungsi lain, seperti bahan pangan berupa mi instan, beras, telur dan sarden, masih mencukupi. Namun untuk kebutuhan popok bagi anak-anak dan lanjut usia sudah mulai menipis,” ujar Sumarju.

Dia mengakui, saat ini sejumlah perusahaan negara dan swasta, organisasi masyarakat dan partai-partai politik mulai menyalurkan bantuan.

“Untuk kebutuhan lainnya masih sangat melimpah. Bahkan sampai malam ini terus berdatangan bantuan untuk para pengungsi di kantor gubernur,” katanya menambahkan.

Sumarju menjelaskan bahwa agar prosesnya berlangsung tertib dan teratur, pembagian makanan dan barang kebutuhan lain untuk pengungsi dilakukan berdasarkan sistem antrean dan kelompok sesuai daerah asal.

“Agar tidak ada penumpukan warga dan desak-desakan mengantre untuk mengambil jatah makan atau kebutuhan lainnya,” kata dia.

Menurut dia, jumlah warga terdampak tsunami yang mengungsi di Kantor Gubernur Lampung hingga Minggu (23/12/2018) malam mencapai 2.500 orang.

Kebanyakan warga, menurut dia, memilih mengungsi karena khawatir air laut naik lagi dan menerjang permukiman mereka. (Gan)