Suara Karya

Angin Kencang Masih Berpotensi Terjadi di Jatim hingga Sepekan

SURABAYA (Suara Karya): Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memrediksi angin kencang yang sebelumnya memorak-porandakan beberapa kawasan Jatim masih akan berpotensi terjadi selama sepekan ke depan, kata salah satu pejabat BMKG Juanda.

“Angin puting beliung masih berpeluang terjadi sepekan ke depan di Jatim, ditambah hujan deras yang akan menyertainya,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Juanda Taufik Hermawan di Surabaya, Kamis (22/11/2018).

Oleh karena itu, ia mengimbau agar dalam sepekan ke depan masyarakat perlu mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir, ditambah angin kencang sesaat pada siang, sore atau malam.

Kewaspadaan itu, kata dia, khususnya di wilayah Lamongan, Surabaya, Sidoarjo, Mojokerto, Kabupaten Mojokerto, Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Jombang, serta Situbondo.

Koordinator BMKG Jatim Nurhuda mengatakan, beberapa daerah di Jatim sudah mengalami musim hujan, di antaranya wilayah Malang Selatan dan juga wilayah pegunungan lainnya.

“Saat musim hujan datang, ada beberapa hal yang perlu diwaspadai di antaranya adalah angin kencang, puting beliung dan juga wilayah pegunungan seperti tanah longsor atau juga banjir bandang,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk mewaspadai pergantian musim, karena cenderung terjadi perubahan angin yang cukup kencang.

Sebelumnya, berdasarkan catatan Pemprov Jatim pada November 2018 terdapat beberapa kejadian angin kencang dan puting beliung, antara lain di Sidoarjo mengakibatkan 457 rumah rusak di delapan desa dan Kabupaten Mojokerto 170 rumah rusak di dua desa.

Kemudian, di Gresik mengakibatkan satu papan reklame roboh dan satu pohon tumbang yang menutup Jalan Raya Metatu, di Kabupaten Madiun tujuh rumah rusak, di Magetan dua rumah rusak dan di Nganjuk sembilan sembilan rumah rusak.

Lalu, di Kabupaten Kediri satu tower milik Infokom roboh dan satu kendaraan mobil rusak berat hingga menimbulkan satu korban jiwa serta seorang lainnya mengalami luka ringan.

Selanjutnya, di Kabupaten Probolinggo mengakibatkan 148 rumah rusak, di Situbondo 269 rumah rusak, di Kota Malang gedung FE dan Bisnis milik UB mengalami kerusakan, dan di Kota Batu mengakibatkan satu ruko rusak serta tiga rumah rusak ringan. (Syarifuddin Lihawa)

Related posts