Anindyati Sulasikin Contoh Teladan Kader Kosgoro 1957

0
Istimewa

JAKARTA (Suara Karya):  Ketua PPK Kosgoro 1957 Isdiyono menyatakan bela sungkawa atas meninggalnya Anindyati Sulasikin Murpratomo, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan era Presiden Soeharto.

“Kami keluarga besar Kosgoro 1957 menyampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya almarhumah Ibu Anindyati Sulasikin Murpratomo,” kata Isdiyono kepada Suara Karya.co.id di Jakarta, Selasa (23/1/2019).

Dikatakan Isdiyono, jasa almarhumah sangat besar bagi kemajuan Kosgoro 1957, dan Partai Golkar. Dedikasi tinggi serta kepedulian terhadap organisasi menjadikan perjuangan Sulasikin membekas di hati kader Kosgoro 1957 dan Partai Golkar.

Ketua PPK Kosgoro 1957, Isdiyono (suarakarya/Pramuji)

“Kami kehilangan seorang pahlawan wanita yang banyak jasanya terhadap kemajuan organisasi dan masyarakat pada umumnya,” katanya.

Dia menceritakan, di usianya yang renta, Salasikin masih menyempatkan diri untuk bergabung dan datang ke Kantor Kosgoro 1957, atau ke kediaman ketua umum Kosgoro 1957, HR Agung Laksono.

“Kader Kosgoro 1957 harus mencontoh teladan dari beliau yang penuh tanggung jawab dan berprilaku sangat baik,” ujarnya.

Setelah disemayamkan di Bintaro jl Pinguin 2 blok CE No 8 Bintaro Sektor 3, Pondok Betung Tangsel, jenazah dimakamkan di TMP Kali Bata, Jakarta Selatan.

“Dengan dimakamkannya beliau di TMP Kali Bata, menunjukkan beliau adalah salah seorang pahlawan nasional,” kata Istiyono.

Sulasikin Murpratomo meninggal dunia di RS MMC, jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan. Lahir di Jakarta pada 18 April 1927, amarhumah adalah Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tahun 1987 hingga tahun 1988 menggantikan Lasiyah Soetanto pada Kabinet Pembangunan IV dan pada 1988 hingga 1993 di Kabinet Pembangunan V.

Mengenai keluarganya, suami adalah R Moerpratomo dan anak-anak Almarhum Anindita Handayani, Reni Swasti, Peni Susanti, dan Ibnu Pratomo yang memberi lima cucu dan satu cicit.

Pendidikannya, Hollandsch Inlandsche School (1941), Frobel Kweekschool (1945), Sekolah Menengah Atas (1951), Fakultas Sastra UI (1956), dan pelatihan di UN Asian Institute Training on Social Development and Planning (1970).

Dilihat kariernya, almarhum menapak sejak dari Guru TK, SD, SMA (1945-1956), Wakil Ketua Cabang Perwari Matraman (1953-1956), programme officer Unicef (1958-1983), Ketua Umum DPP Kowani (1978-1988, dua periode), anggota DPR/MPR (1982-1987), Menneg Urusan Pemberdayaan Wanita (1988-1993), Ketua DPP Golkar (1983-1988), Wakil Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar (1998-2003) – Ketua Umum Yayasan Amal Bakti Ibu (YABI), Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Agung (1998-2003), pendiri dan presiden pertama ASEAN Confederation of Women’s Organisation. (Indra DH)