Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Pemerintah akan Buka Ruang di Hotel

0
Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putrato. (Suarakarya.co.id/Tri Wahyuni)

JAKARTA (Suara Karya): Pemerintah akan menambah tempat untuk isolasi pasien corona virus disease (covid-19), sebagai langkah antisipatif atas lonjakan kasus positif covid-19 yang terjadi akhir-akhir ini. Rencana penambahan ruang tak hanya berlaku di rumah sakit, tetapi juga wisma dan hotel.

“Ruang isolasi ini juga berlaku untuk pasien dengan gejala ringan maupun tanpa gejala. Penambahan itu termasuk tempat tidur ICU serta tenaga kesehatan,” kata Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putrato usai Rapat Terbatas Laporan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Merdeka Jakarta, Senin (14/9/20).

Ditambahkan, pemerintah juga menyediakan beberapa tempat isolasi baru bagi warga Jakarta dan sekitarnya, diantaranya Bapelkes, hotel, serta RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet.

Untuk RS Darurat Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran, pemerintah menyiapkan 2 tower yakni tower 6 dan 7. Untuk tingkat keterisian tempat tidur, di tower 6 telah terisi 888 dari total 1.746, sedangkan tower 7 sudah terisi sebanyak 749 dari 2.472 tempat tidur yang tersedia.

Ditambahkan, untuk pasien tanpa gejala, telah disiapkan tower khusus di Wisma Atlet yakni tower 4 dan 5 dengan kapasitas yang sama yaitu 2.472 tempat tidur. “Tower 4 ini belum terisi, sedangkan tower 5 baru terisi 81,” ucapnya.

Selain itu, Pemerintah juga menyiapkan tempat isolasi di Gedung Badan Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) di Jakarta dan Ciloto dengan kapasitas 326 kamar yang bisa menampung 653 orang. Beberapa Bapelkes di luar Jakarta seperti Batam, Semarang dan Makassar juga dipersiapkan.

Tak hanya pemerintah, upaya penambahan ruang isolasi bagi pasien tanpa gejala juga melibatkan pihak swasta melalui jaringan grup hotel bintang 2 dan 3 seperti Accor, Novotel, Tauzia, Ibis dan lain-lain. Saat ini ada 10-15 hotel dengan total kapasitas 1.500 kamar yang mampu menampung sebanyak 3.000 orang.

“Jumlah hotel itu bisa ditambah menjadi 15 sampai 30 hotel jika diperlukan. Hotel-hotel tersebut juga siap membantu pemerintah bila memerlukan hotel untuk isolasi di luar Jakarta,” ujarnya.

Penambahan ruang isolasi juga disiapkan bagi pasien bergejala sedang hingga berat. Di Jakarta, dari hasil sidak dan pengamatan yang dilakukan pada 13 September 2020, ruang isolasi non ICU dan ICU masih tersedia, sehingga masih mampu melakukan perawatan pasien Covid-19.

Menkes menjabarkan, ketersediaan ruang isolasi bagi pasien dengan gejala sedang di Jakarta, saat ini ada ruang isolasi pasien yang kosong sebanyak 1.088 tempat tidur dari 4.271 tempat tidur yang ada. Dalam beberapa hari kedepan akan ditambah 1.022 tempat tidur, sehingga total menjadi 5.293 tempat tidur.

Untuk pasien covid-19 dengan gejala berat yang membutuhkan ruangan ICU, saat ini ada 115 tempat tidur kosong dari total 584 tempat tidur ICU yang tersedia. Rencananya akan ditambah sebanyak 138 tempat tidur, sehingga menjadi 722 tempat tidur ICU.

Terawan mengatakan, pemerintah telah bekerja keras dalam mengendalikan pandemi covid-19 selama 6 bulan terakhir. Data per 13 September 2020 menunjukkan, presentase kasus aktif di Indonesia kisaran 25,02 persen. Angka itu masih sedikit lebih tinggi dibanding rata-rata kasus aktif di dunia sebesar 24,78 persen.

“Untuk kasus sembuh sebanyak 155.010 kasus dengan angka kesembuhan (recovery rate) 71 persen. Rata-rata kesembuhan di Indonesia, sedikit lebih rendah dari rata-rata kesembuhan dunia yang mencapai 72 persen,” kata Menkes.

Kerja keras juga dilakukan Pemerintah untuk menurunkan angka kematian. Rata-rata angka kematian di Indonesia menurun dari 4,49 persen menjadi 3,99 persen. Meski angka itu masih sedikit lebih tinggi dari rata-rata dunia yang 3,18 persen.

“Setidaknya angka itu sudah jauh menurun jika dibandingkan seminggu sebelumnya yakni 4,2 persen,” tuturnya.

Terawan menambahkan, penguatan tenaga kesehatan yang bertugas tak luput dari perhatian pemerintah. Hingga kini total relawan tenaga kesehatan, Nusantara Sehat dan internship yang ditempatkan sebanyak 16.286 tenaga kesehatan, tersebar di RS Covid-19, laboratorium dan sarana kesehatan lainnya.

Dari jumlah itu, lanjut Terawan, pemerintah juga menyiagakan tenaga tambahan sebanyak 3.500 dokter internship, 800 tenaga Nusantara Sehat, 685 tenaga relawan termasuk di dalamnya dokter spesialis paru, anestesi, penyakit dalam serta tenaga kesehatan lain seperti perawat, dokter umum dan lain sebagainya.

“Mohon selalu patuh pada protokol kesehatan. Partisipasi dari semua pihak terutama di level kelurahan, desa, RT dan RW untuk menjaga kedisiplinan protokol kesehatan, memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan,” katanya menegaskan. (Tri Wahyuni)