Anugerah LSF Kembali Digelar, Tersedia 15 Kategori Penghargaan

0

JAKARTA (Suara Karya): Lembaga Sensor Film (LSF) kembali menggelar Anugerah Lembaga Sensor Film, setelah kegiatan itu vakum lebih dari dua tahun. Perhelatan akan digelar secara hybrid pada pertengahan November 2021.

Ketua LSF, Rommy Fibi Hardiyanto, dalam keterangan pers secara luring di Jakarta, Kamis(28/10/21) menyebut, ada dua kategori baru dalam Anugerah LSF 2021, yakni kategori iklan peduli pandemi dan lifetime achievement.

Kategori pertama diangkat sebagai bentuk apresiasi LSF terhadap kiprah mitra perfilman yang peduli terhadap situasi pandemi dan tetap berkarya mengedukasi masyarakat dengan berbagai pesan positif.

Sedangkan kategori kedua diberikan untuk pelaku perfilman Indonesia yang dinilai berpengaruh terhadap pemajuan kualitas tontonan yang mengedepankan unsur pendidikan, kebudayaan, serta sejalan dengan fungsi, tujuan, dan azas film.

Melalui Anugerah LSF 2021, LSF mengapresiasi rekan rumah produksi atau production house (PH), TV dan bioskop, yang meski di masa pandemi, sebagai bagian dari ekosistem perfilman, terus bekerja sama memajukan dunia perfilman.

“Kepada pekerja film, muatan edukasi itu penting. Film, sejatinya tak hanya menghibur tetapi juga memberi nilai tambah bagi penonton. Karena itu, kami patut memberi penghargaan kepada mereka yang menjunjung prinsip ini dalam berkarya,” ujarnya.

Ada 15 kategori penghargaan yang akan diberikan, yaitu kategori film bioskop semua umur (SU); kategori film bioskop 13+; kategori film bioskop 17+; kategori film animasi; kategori sinetron; kategori iklan peduli pandemi; kategori TV peduli pendidikan; kategori TV peduli kebudayaan; dan kategori TV peduli nasionalisme kebangsaan.

Selain itu, masih ada kategori TV peduli dokumenter Indonesia; kategori TV peduli sensor mandiri; kategori bioskop peduli sensor mandiri; kategori rumah produksi sadar sensor; kategori TV lokal sadar sensor; serta kategori lifetime achievement untuk pelaku perfilman Indonesia.

Ketua Pelaksana Anugerah LSF 2021, Joseph Samuel Krishna mengatakan, ajang ini adalah momen penting bagi LSF untuk memberi apresiasi kepada para pihak yang terkait dengan kerja LSF selama ini.

“Kategori itu kami ambil dari tahun-tahun sebelumnya, dan ada kategori baru untuk iklan peduli pandemi dan lifetime achievement,” ujarnya.

Tema yang dipilih tahun ini adalah “Cerdas Memilah dan Memilih Tontonan”. Tema itu merupakan wujud implementasi dari Budaya Sensor Mandiri yang sedang gencar disosialisasikan LSF.

“Harapannya, tema itu dapat menciptakan pola pikir positif di masyarakat agar mendukung Budaya Sensor Mandiri. Hal itu bukan untuk mengekang kreativitas, tetapi bagaimana memilah tontonan sesuai klasifikasi usia. Apalagi saat ini tontonan bisa diakses dari banyak media, tak hanya dari televisi dan bioskop,” katanya.

Terkait penilaian, Joseph mengatakan, untuk televisi berlangsung sejak 1 Januari 2020 hingga 30 Juni 2021. Sedangkan film bioskop, periode penilaian berlangsung sejak 1 Januari 2019 hingga 31 Oktober 2021.

Sebagai ketua pelaksana kegiatan, Joseph mengungkapkan kendala yang dihadapi dalam proses penilaian, konten film bioskop di masa pandemi tidaklah banyak. Sedangkan materi TV, justru sebaliknya. Karena di masa pandemi masyarakat lebih banyak menghabiskan berada di rumah.

“Seleksi awal menjadi sangat penting, karena kita harus menyaring materi dengan parameter yang telah ditentukan,” ujarnya.

Adapun juri berasal dari 17 anggota komisi di LSF yang memiliki beragam latar belakang profesi seperti sineas, pemerintah, wartawan dan masyarakat.

Sebelum mengakhiri, Rommy menyampaikan apresiasi kepada elemen ekosistem perfilman, baik di area produksi maupun eksibisi, baik yang membuat film, konten, ataupun tempat yang menayangkan kontennya.

“Kami harap, teman-teman semakin termotivasi untuk membuat film untuk kemajuan bangsa dan negara. Masyarakat semakin aktif mengawasi konten-konten film di Indonesia agar semakin banyak kemaslahatan yang didapat saat menonton,” katanya.

Hadir dalam kesempatan yang sama, Ketua Subkomisi Media Baru, Andi Muslim; Ketua Komisi I Bidang Penyensoran, Dialog, Komunikasi dan Data, Nasrullah; Ketua Komisi II Bidang Pemantauan Hukum dan Advokasi, Ahmad Yani Basuki, Ketua Komisi III Bidang Sosialisasi dan Hubungan Antarlembaga, Naswardi; serta Kepala Subbagian Tata Usaha, Abu Chanifah. (Tri Wahyuni)