Apa Peran Idrus di Kasus PLTU I Riau? Ini Penjelasan KPK

0
Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan

JAKARTA (Suara Karya): Menteri Sosial Idrus Marham telah ditetapkan menjadi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pembangunan PLTU I Riau. Dalam kasus tersebut, Idrus diduga dijanjikan uang 1,5 juta dollar Amerika Serikat.

Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan, kepada wartawan, di Gedung KPK Jakarta, Jumat (24/8) mengatakan,  Idrus Marham (IM) diduga menerima janji dan mendapat bagian dari proyek tersebut.

“IM diduga menerima janji, mendapatkan bagian yang sama besar, yakni sebesar 1,5 juta dollar Amerika Serikat,” ujar Basari.

Sebelumnya, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek pembangkit listrik 35 ribu megawatt.

Eni diduga menerima suap atas kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau-1 di Provinsi Riau.

Eni diduga menerima suap sebesar Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5 persen dari nilai proyek.

Commitment fee tersebut diberikan oleh Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Johannes sebagai tersangka karena memberikan suap kepada Eni.

Menurut Basaria, dalam pengembangan penyidikan diketahui bahwa Idrus ikut membantu dan bersama-sama dengan Eni Maulani menerima suap.

Adapun, uang 1,5 juta dollar AS yang dijanjikan kepada Idrus, akan diberikan oleh Johannes Budisutrisno.

“Uang itu akan diberikan apabila proyek berhasil dilaksanakan JBK (Johannes) dan kawan-kawannya,” kata Basaria. (Gan)