ASTUIN: Kebijakan Menteri Edhy Diyakini Mampu Bangkitkan Sektor Perikanan

0
(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Sekretaris Jenderal Asosiasi Tuna Indonesia (Astuin) Hendra  Sugandhi, menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, yang mau membuka ruang dialog dan konsultasi kepada pelaku sektor usaha perikanan. Hal ini diyakini mampu menjadi pemicu bangkitnya sektor perikanan, yang porak poranda sejak tahun 2014.

“Pelaku usaha berharap sangat tinggi dengan kebijakan Pak Edhy Prabowo. Saya yakin ada angin segar dari kebijakan yang dikeluarkan untuk membawa sektor perikanan sebagai tulang punggung pendapatan perekonomian nasional,” kata Hendra kepada wartawan di Jakarta, Senin (29/6/2020).

Dikatakan Hendra, harapan yang tinggi pelaku usaha dapat direalisasikan dengan relaksasi peraturan agar jangan sampai kehilangan momentum, seperti adanya percepatan relaksasi peraturan-peraturan dalam situasi krisis seperti ini (Pandemi Covid-19).

“Contoh yang paling mudah, Menteri Kelautan dan Perikanan harus segera menghapus surat edran (SE) Dirjen Perikanan Tangkap, dimana berisi pembatasan ukuran kapal 150 GT,” kata dia.

Dia juga berharap, Menteri Edhy tidak mengeluarkan peraturan-peraturan yang menghambat investor/pelaku usaha yang sudah membangun kapal perikanannya jika kapal itu sudah jadi.

“Berikan kemudahan perizinan kalau perlu amnesti jangan malah dihambat misalnya harus ada PPKB (Persetujuan Pengadaan Kapal Perikanan) Kep DJPT No 47/2020,” ujarnya.

Menurutnya, saat pandemi seperti ini seharusnya pemerintah memberikan dorongan untuk melakukan investasi kepada pelaku usaha bukan malah memperketat perizinan.

“Yang penting, dengan relaksasi investasi dapat menciptakan lapangan kerja dan tingkatkan produksi dan ekspor perikanan nasional,” katanya.

Pada kesempatan terpisah, Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Safri mengatakan, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhie Prabowo akan mendukung penuh kemajuan sektor kelautan dan perikanan. Caranya dengan mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menghambat kemudahan berusaha.

“Pengurusan izin melaut, izin pembuatan kapal ikan, izin pengolahan ikan dan sebagainya sekarang sudah bisa didapatkan dengan mudah dan dengan waktu yang cepat,” kata Safri.

Menurutnya, Menteri Edhi juga selalu membuka dialog yang selebar-lebarnya kepada para pelaku usaha agar mereka bisa menjalankan kegiatannya dengan baik, nyaman dan tenang tanpa ada ketakutan ancaman dan sebagainya..

Lebih jauh Safri mengatakan, Menteri Kelautan dan Perikanan saat ini lebih memilih membuka jalur dialog kepada seluruh pelaku usaha di sektor perikanan, baik itu nelayan maupun pengusaha berskala industri.

“Jadi sekarang lebih mengedepankan dialog, bukan sedikit-sedikit memberikan hukuman sehingga bisa berdampak pada matinya perekonomian,” katanya. (Bayu)