ATVI dan SMA Tunas Bangsa Bersinergi Bahas Profesi di Era Digital Saat Ini

0

JAKARTA (Suara Karya): Kolaborasi antara Akademi Televisi Indonesia (ATVI) dan SMA Tunas Bangsa dalam sebuah diskusi daring dengan tema membahas tentang profesi-profesi yang muncul dan menjadi jenis pekerjaan yang sangat diminati kaum muda, ternyata memang menarik minta perhatian yang tinggi dari peserta. Tak heran, webinar yang berslangsung melalui zoom pada Selasa (28/9) lalu, membuat peserta mendapatkan pengetahuan praktis yang dapat dipraktikkan.

Tiga orang dosen ATVI yang punya pengalaman lama dalam dunia praktisi dan pengajaran menjadi narasumber dalam webinar ini yakni Sekprodi Produksi TV, Frisca Artinus yang membahas tema “Profesi Broadcast di Era 4.0”, lalu Wadir III ATVI, Handy Utama yang mengulas apa dan bagaimana kuliah di ATVI, dan Teguh Setiawan yangmembahas materi “Menjadi Conten Creator dengan Menggunakan Smarphone Videography”.

Friska Artnius mengatakan, pekerjaan saat ini semuanya berbau digital, penghasilan yang dapat sudah menyamai atau melampaui jenis-jenis pekerjaan konvensional. “Istilah content creator muncul sebagai primadona, lalu disusul dengan pergeseran dari model bisnis lama ke bisnis baru,” katanya.

Dijelaskan, marketing menjadi digital marketing, bagitu pula public relation, menjadi digital public ralation. Namun istilah social media specialist, social media analyst, SEO (Search Engine Optimization) specialsit, mulai marak. Lalu akhirnya genre lain seperti Content Writer, Web Designer/Developer hingga Digital Security.

Dikemukakan Friska, adanya digital disruption yang merupakan perubahan terhadap teknologi digital dan model bisnis yang mempengaruhi value proposition dari produk atau jasa yang dijual, membuat banyak profesi-profesi yang satu dasawarsa lalu tidak pernah terdengar. “Semua itu berkombinasi dengan millenial disruption dan pandemic disruption. Keduanya mengubah tatanan perburuan sebuah profesi dari mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di dunia broadcast,” tambahnya.

Handy Utama mengatakan, di era digitalisasi ini dunia audio visual, multimedia akan semakin berkembang dan akan memberikan peluang yang amat luas pada dunia kerja.

Keterampilan produksi program acara/ konten, kan semakin banyak diperlukan. Saat ini peluang kerja tidak hanya di pertelevisian dan production house tapi akan meluas ke banyak perusahaan besar krn mrk sdh mulai memanfaat kan sosial media dlm berpromosi atau mensosialisasikan produk-produk atau jasa-jasa mereka. Dan mereka mulai membangun departemen baru di perusahasn nya yg bergerak dibidang audio visual multimedia. Akan diperlukan banyak SDM yg mumpuni di kompetensi produksi konten.

“ATVI sebagai institusi pendidikan vokasional sdg dlm proses peningkatan dari D3 menjadi D4 yang menghasilkan lulusan sebagai sarjana terapan setara S1.Ilmu komunikasi, produksi konten, keterampilan penguasaan alat produksi, video editing dan sebagainya, menjadi dasar utk kompetensi SDM yang dihasilkan,” tutur Hans, panggilan ankrab Handy Utama.

Paling Populer

Sementara itu Teguh Setiawan mengatakan, video saat ini menjadi sebuah media yang paling popular untuk menyampaikan pesan. Seperti dikatakan oleh peneliti Forrester Research Dr James Mc Quivey bahwa video setara dengan 1.8 juta kata.

Untuk itu konten video saat ini makin diminati. Untuk membuat konten tersebut saat ini tidak perlu membutuhkan peralatan yang mahal, cukup dengan smartphone.

“Smartphone saat ini memiliki fitur yang sangat mumpuni untuk membuat konten, ditambah tersedianya peralatan pendukung dengan harga yang semakin murah. Untuk membuat konten yang menarik mulailah dengan hal hal yang di sukai, kemudian buat konsep dan siapkan urutan pengambilan gambar,” kata Teguh.

Lebih lanjut dikatakan Teguh, konten memang penting namun penyajian juga penting, untuk itu dibutuhkan kemampuan bagaimana mengoperasikan smartphone agar menghasilkan video yang sempurna sehingga konten yang dihasilkan akan lebih bisa di nikmati.

Sedangkan Koordinator Leadership dan Wali Kelas 10 IPA SMA Tunas Bangsa, Esther Idawaty mengatakan, tema webinar i menjawab kebutuhan saat ini. Melalui webinar ini peserta didik dibukakan pandangannya mengenai kesempatan dan peluang profesi di masa depan.

Anak-anak antusias mendengar penjelasan dari narasumber ATVI, apalagi saat pembicara menjelaskan mengenai bagaimana menjadi content creator dgn hanya bermodalkan smartphone. Hanya saja waktu yang ada kurang mencukupi untuk peserta didik bisa secara langsung mengaplikasikan bagaimana mengambil gambar yang sinematic hanya bermodalkan smartphone biasa,” katanya.

Esther berharap, ke depannya pihaknya ingin ada kerja sama yang lebih lagi agar anak-anak bisa praktik secara langsung serta ada tutorial dari pembicara. “Terima kasih utk ATVI yang sudah menjawab kebutuhan anak-anak SMA Kristen Tunas Bangsa,” tambahnya. (Pramuji)