Ayo Ikut Serunya Belanja Daring Produk Maluku di Gernas BBI!

0

JAKARTA (Suara Karya): Cara belanja daring produk khas Maluku diperlihatkan dalam acara puncak Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) #AromaMaluku, di Kota Ambon Senin (29/11/21).

Sesi belanja daring itu mengajak Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek), Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, serta Gubernur Maluku.

Produk UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) asal Maluku yang dipamerkan dalam Pameran Gernas BBI di Lapangan yang digelar pada pameran Tahapary, Ambon itu juga masuk e-commerce agar bisa menjangkau pembeli lebih luas. Tak hanya penduduk Ambon, tetapi juga seluruh Indonesia hingga dunia.

Dari panggung di Lapangan Tahapary, produk pertama yang dikenalkan adalah Tenun Ikat Ralsasam. Produk tersebut berupa kain tenun yang menggunakan pewarna alam, berupa kulit kayu dan daun-daunan. Produk tersebut dibeli Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan secara telekonferensi melalui fitur dalam QRIS.

Usai membeli, Luhut berpesan agar perajin tenun ikat terus semangat dalam meningkatkan kualitas produknya sehingga dapat bersaing dengan produk nusantara lainnya.

Produk kedua adalah kreasi makanan dari singkong dan rumput laut yang diberi nama Enbal Crispy. Koordinator Teaching Factory Politeknik Perikanan Negeri Tual, Ismail Marsawesi menjelaskan, Enbal Crispy adalah kolaborasi antara darat dan laut.

“Enbal atau singkong yang memiliki kadar HCN yang tinggi, diolah sedemikian rupa sehingga kadarnya menjadi rendah dan aman dimakan. Produk tersebut lalu difortifikasi dengan rumput laut sebagai komoditas unggulan daerah,” tutur Ismail.

Menggunakan tagline ‘Produk Lokal Rasa Internasional’, Enbal dikemas dalam 3 ukuran, yaitu primer, sekunder dan tersier. Enbal Crispy dibeli Sekretaris Jenderal Kemdikbudristek, Suharti hingya 100 kotak kemasan sekunder secara daring.

Setelah membeli, Suharti menitipkan salam kepada para mahasiswa yang memproduksi produk olahan kreatif tersebut.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Kemdikbudristek, Wikan Sakarinto menyampaikan apresiasi pada satuan pendidikan vokasi yang berpartisipasi dan berkontribusi pada pelaksanaan puncak acara Gernas BBI #AromaMaluku.

“Banyak sekali produk yang dihasilkan SMK, kampus vokasi dan satuan pendidikan lainnya. Inilah bentuk nyata dari penguatan ‘teaching factory’, sehingga vokasi dapat menghadirkan alternatif produk yang diterima masyarakat,” kata Wikan.

Wikan berharap ‘teaching factory’ dapat terus ditingkatkan agar menginspirasi satuan pendidikan lainnya. Terlebih lagi di Provinsi Maluku dengan potensi kemaritiman sebagai prioritas. Hal itu penting dikembangkan menjadi inovasi produk yang dorong terjadinya link and match dengan dunia kerja, baik industri, asosiasi, maupun UMKM,” tuturnya.

Produk lainnya adalah tas merek lokal asli Maluku, Kabeta Craft. Produk kerajinan itu mengambil inspirasi dari kekayaan alam dan budaya Maluku, seperti tenun Tanimbar yang dikreasikan menjadi produk akhir berupa tas, dompet, dan pouch.

“Selama ini kami bermitra dengan kelompok-kelompok perajin, salah satunya Salsasam untuk menghasilkan produk unggulan ini,” kata pelaku UMKM Kabeta Craft, Berkah Novita. Produk dengan desain otentik itu dibeli Gubernur Maluku, Murad Ismail.

Ketiga produk UMKM tersebut merupakan sebagian kecil dari produk yang dikembangkan masyarakat Maluku. Jika penasaran dengan produk lainnya, bisa kunjungi laman belanjaciptamaluku.kemdikbud.go.id.

Laman tersebut menyediakan beragam produk unggulan Maluku, mulai dari kuliner, minyak kayu putih, kain tenun, kreasi tas, dompet dan lainnya. Dalam laman itu, tersaji foto dan keterangan lengkap mengenai produk, dan pasarloka yang menjual produk tersebut.

Gernas BBI #AromaMaluku dibungkus dalam kampanye Budaya Cipta Nusantara yang diinisiasi Kemdikbudristek untuk mendukung pelaku ekonomi UMKM agar kembali produktif dan terus berkembang.

Kampanye tersebut diharapkan mampu mengajak lebih banyak lagi masyarakat Indonesia membeli, mengonsumsi dan menggunakan produk buatan Indonesia, khususnya pelaku UMKM yang terpuruk akibat pandemi covid-19.

Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim dalam sambutannya mengatakan, kolaborasi pendidikan dan dunia usaha dunia industri sangatlah penting. Pihaknya terus berkomitmen untuk terus menguatkan kerja sama yang diwujudkan melalui Program SMK Pusat Keunggulan, Kampus Merdeka Vokasi dan Kampus Merdeka.

“Hasil kolaborasi ini sangat luar biasa. Lewat platform Kedaireka, kami mencatat total kontribusi industri proyek bersama kampus dan perusahaan sebesar lebih dari Rp 1,1 triliun. Kontribusi ini menguatkan ekosistem riset dalam lingkup pendidikan dan inovasi pelajar,” kata Nadiem menandaskan. (Tri Wahyuni)