Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Gairahkan Membaca Anak-anak

0
Kak Ning Nong sedang bercerita dan anak-anak kemudian menulis pendapatnya, dalam seuah kegatan di TBM Bukdur Bercerita. Tambahan koleksi buku dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, menambah semangat naka-anak membaca buku. (Suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Membiasakan kegiatan membaca di kalangan anak-anak dan remaja harus ditumbuhkan terus sejak dini. Proses pembiasaan ini tidak bisa dilakukan secara instan. Jadi semua pihak, terutama orang tua, dan kalangan pendidikan tidak boleh bosan untuk menganjurkan membaca, apalagi di tengah situasi di mana-anak-anak dan remaja saat ini sangat bergantung pada telepon pintar atau gawai.

Pendiri Taman Bacaan Bukit Duri Bercerita (TBM Bukdur Bercerita), Safrudingsih, M.Ikom mengatakan hal itu di sela-sela kegiatan literasi membaca dan mendongeng di TBM Bukdur Bercerita, Minggu (19/12).

Kegiatan pada hari Minggu itu sangat istimewa bagi anak-anak yang biasa beraktivitas di TBM Bukdur Bercerita, karena sekaligus juga dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada Rabu (22/12), mereka lebih banyak mendapat alternatif bacaan bermutu sumbangan dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Nasional dan hadian beragam boneka dari Komunitas “Sedekah Mainan”.

“Alhamdulillah, kami mendapat sumbangan buku lebih dari 300 eksemplar, dengan beragam judul dan genre, seperti cerita rakyat, sejarah, seni budaya, Bahasa Indonesia, dan juga soal kuliner nusantara. Ini snagat bermanfaat sekali bangi anak-anak yang rutin belajar di TBM Bukdur Bercerita,” ujar Safrudiningsih sambil mengungkapkan rasa terima kasih pada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.

Kak Ning Nong, begitu sapaan akrab Safrudiningsih, lebih lanjut mengatakan, koleksi Taman Bacaannya makin lengkap dengan tambahan koleksi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasaini. Penambahan koleksi terus dilakukan dengan upaya kerja sama dengan sejumlah penerbit yang sudah menyatakan komitmen untuk mendonasikan buku-buku untuk TBM Bukdur Bercerita.

TBM Bukdur Bercerita yang sudah berusia lebih setahun ini menjadi oase bagi anak-anak dan remaja di kawasan Bukit Duri Tanjakan, Tebet, Jakarta Selatan.

“Kami senang karena antusiasme anak-anak dan remaja makin tinggi dan mulai terlihat kesenangan membaca. Kami juga mengajarkan keterampilan semacam prakarya agar anak-anak senang seperti membuat kartu ucapan, mewarnai, membuat lukisan di atas kayu, membuat gantungan kunci dan sebagainya. Setiap pertemuan, ada sesi belajar mengarang yang ringan juga guna melatih kebiasaan pada anak-anak untuk menulis,” ucap Kak Ning Nong.

Kegiatan di TBM Bukdur Bercerita selama masa pandemi Covid-19 dibatasi jumlah pengunjung dan tetap menerapkan protokol kesehatan. (Pramuji)