Bahasa Inggris Diujikan di UTBK 2022, Persiapkan dari Sekarang!

0

JAKARTA (Suara Karya): Tahun depan, Bahasa Inggris akan diujikan dalam penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) lewat jalur Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Nilainya akan mempengaruhi proses penerimaan.

“Minimnya kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa banyak dikeluhkan perguruan tinggi. Karena itu, bahasa Inggris jadi pertimbangan dalam penerimaan tahun depan,” kata Ketua
Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) 2022, Mochamad Ashari dalam keterangan pers secara daring, Minggu (12/12/21).

Tes bahasa Inggris akan diterapkan bersama dua tes lainnya yaitu tes potensi skolastik (TPS) dan tes kompetensi akademik (TPA). Tes tersebut juga berlaku untuk semua kelompok, yaitu sainstek, soshum dan campuran.

Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) itu menambahkan, pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) PTN 2022 secara keseluruhan tidak mengalami banyak perubahan dibanding tahun lalu. Baik dari jumlah perguruan tinggi peserta, maupun tata cara pelaksanaannya.

“Kami juga masih menggunakan payung hukum Permendikbud nomor 6 tahun 2020 tentang Penerimaan Mahasiswa Baru Program Sarjana pada Perguruan Tinggi Negeri,” tuturnya.

Pelaksanaan PMB di PTN menggunakan tiga jalur, yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), Ujian Tes Berbasis Komputer untuk Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UTBK-SBMPTN) dan Jalur Mandiri.

“Sama seperti tahun lalu, tercatat ada 126 PTN, baik itu universitas, institut, politeknik negeri dan beberapa perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama yang ikut dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2022,” ujarnya.

Ketua II LTMPT, Eduart Wolok menambahkan, tata cara dan syarat sekolah yang mengikuti SNMPTN dan SBMPTN juga tidak banyak perubahan.  Hanya saja akan ada penyesuaian jadwal pelaksanaan dari masing-masing jalur seleksi, karena menyesuaikan dengan jadwal Idulfitri pada 2022.

“Intinya tidak berubah banyak dari 2021, masih memperhatikan kondisi pandemi, jadi tetap memperhatikan kondisi pandemi,” ucapnya.

Wolok mengaku bangga, nilai LTMPT digunakan perguruan tinggi swasta (PTS) dan perguruan tinggi kedinasan dalam proses penerimaan mahasiswa barunya. Itu artinya, kredibilitas LTMPT dapat dipertanggungjawabkan.

Ketua Pelaksana LTMPT, Budi Prasetyo Widyobroto meminta pada lulusan sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat tahun 2020-2021 yang ingin ikut Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2022 harus membuka login baru di portal LTMPT. “Login lama tidak dipakai. Lulusan lama harus buat login baru,” ucapnya.

Ditambahkan, setiap peserta dapat memilih dua program studi (prodi) pada satu PTN atau dua prodi di dua PTN. Jika memilih dua prodi, salah satu harus di PTN pada provinsi yang sama dengan SMA/MA/SMK asalnya.

“Jika memilih satu prodi dapat memilih PTN yang berada di provinsi mana pun,” ucapnya.

Budi juga menyarankan peserta untuk
tidak lintas minat. Bentuknya hanya saran, karena semua itu tergantung ketentuan PTN yang dituju. “Kami tidak berani melarang, karena itu tergantung ketentuan PTN yang dituju,” katanya.

Namun, ia menegaskan, beberapa perguruan tinggi, misalkan Program Studi Kedokteran secara tegas menyatakan tidak menerima lulusan dari IPS. “Saat tes bisa saja nilainya bagus, tetapi belum tentu bisa mengikuti perkuliahan. Karena itu, sejak awal ditegaskan tidak bisa lintas minat,” tutur Budi. (Tri Wahyuni)