Bahasa Melayu Jambi Ikut Memperkaya Kosakata dalam KBBI

0

JAKARTA (Suara Karya): Bahasa Melayu Jambi ikut memperkaya bahasa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V yang dimutakhirkan pada April 2021 lalu, ada sebanyak 57 kosakata berasal dari bahasa Melayu Jambi.

“Jumlah kosakota Melayu Jambi yang masuk KBBI memang masih sedikit. Karena itu, upaya mendokumentasikan kosakata Melayu Jambi kita lakukan untuk tujuan yang sama, yaitu masuk ke dalam KBBI,” kata Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi, Sukardi Gau dalam siaran pers, Rabu (13/10/21).

Sukardi menambahkan, dokumentasi kosa kata bahasa daerah di Jambi sebenarnya telah dilakukan sejak 2013 lalu. Dari rentang tahun itu hingga 2020 tercatat ada sekitar 4 ribu kosakata bahasa daerah Jambi, yang sebagian besar adalah Melayu Jambi.

“Dokumentasi kosakata tahun ini kami pusatkan di Kabupaten Merangin, Jambi. Daerah ini memiliki banyak enklave (kantong budaya), sehingga berpeluang menghasilkan data kosakata budaya yang unik,” ujarnya.

Selain itu, lanjut Sukardi, mayoritas masyarakat Kabupaten Merangin adalah suku Melayu Jambi (MJ), sehingga intensitas penggunaan bahasa tersebut terbilang cukup tinggi. Beberapa kosakata tersebut layak dipertimbangkan untuk memperkaya perbendaharaan kosakata Bahasa Indonesia.

“Di Desa Rantau Panjang ada rumah tradisional bernama Rumah Tuo Rantau Panjang, yang memiliki konstruksi yang kokoh. Wujud fisik rumah tradisional itu memudahkan pengumpulan kosakata bidang arsitektur. Selain bidang kuliner, pernikahan, kelahiran, kematian, tradisi, pertanian, permainan rakyat, peralatan rumah tangga dan aktivitas tubuh,” tuturnya.

Ditegaskan, pengumpulan kosakata Melayu jambi tak sebatas menginventarisasi kosakata, tetapi juga mendefinisikannya. Hal itu guna memperkaya wawasan masyarakat atas makna kosakata Melayu Jambi secara detail.

“Sebuah kosakata layak menjadi lema dalam KBBI jika memiliki 4 kriteria. Pertama, kosakata bahasa daerah itu mengandung konsep unik yang belum ada padanannya dalam bahasa Indonesia,” katanya.

Kedua, menurut Sukari, bentuknya seturut kaidah bahasa Indonesia. Ketiga, bentuknya memiliki konotasi yang positif di kalangan pengguna. Keempat, memiliki bunyi yang eufonis (sedap didengar).

Ditambahkan, kosakata budaya bukan tak mungkin dapat dijadikan sebagai kosakata bahasa Indonesia. Selain konsepnya yang unik, kosakata budaya juga sarat makna. Makna itu dapat diketahui melalui definisi.

“Pendefinisian sebuah kosakata harus jelas dan rinci sehingga dapat memberikan gambaran yang jelas pula kepada pembaca,” ucapnya.

Untuk mempertajam definisi, kata Sukardi, tim kosakata melakukan konsinyasi internal dan konsinyasi antartim. Lewar tahapan itu diharapkan data dan definisi kosakata bahasa Melayu Jambi dapat memenuhi kriteria KBBI. (Tri Wahyuni)