Suara Karya

PANDEMI COVID-19
Bahaya, Anak Rentan Jadi Objek Kemarahan Orang Tua

(suarakarya.co.id/Istimewa)

JAKARTA (Suara Karya): Masa Pandemi Covid-19 tidak hanya berdampak pada kehidupan orang dewasa saja, tapi juga sangat mempengaruhi kehidupan pada anak anak. Jika dibiarkan secara terus menerus dikhawatirkan akan berdampak pada tumbuh kembang anak, baik secara fisik maupun psikis. Dokter spesialis anak Siloam Hospitals Manado dr Johny Lambert Rompis SpA(K) mengatakan, Covid-19 sedang berlangsung di seluruh dunia.

Menurut Jhony, masa pandemi ini juga akan memberikan dampak terhadap rasa aman kepada anak. Itu sejalan dengan survei Komnas Perempuan yang dilakukan bulan April-Mei 2020 yang lalu menunjukan angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terjadi pada 80% keluarga dengan penghasilan dibawah 5 juta perbulan. Secara umum, KDRT di domisili kekerasan psikologis dan KDRT.

Bahkan anak akan menjadi objek pelampiasan kemarahan atau stress orang tua terhadap permasalahan yang dihadapinya. Tak kalah mengkhawatirkan adalah selama pandemi ini, anak juga mengalami keterlambatan imunisasi. Sebab, selama masa pandemi orang tua hanya menganggap bahwa membawa anak ke pusat kesehatan atau rumah sakit hanya benar-benar mendesak saja.

“Hal ini tentu saja berpotensi adanya lonjakan penyakit yang sebelumnya berhasil diminimalkan dengan imunisasi,” kata Jhony, Senin (20/7/2020).

Lebih lanjut, dr Johny menjelaskan selama masa pandemi ini, orang tua disarankan untuk memenuhi kebutuhan dasar anak sesuai usia mereka,  dan selalu melakukan modifikasi pada asupan makannya. Anak juga butuh penjelasan mengenai kondisi masa pandemi. Penjelasan dari para orang tua ini harus disesuaikan dengan usia anak, usahakan menggunakan kata-kata yang bersifat tidak menyalahkan orang lain. Batasi paparan berita mengenai pandemi kepada anak atau tidak terlalu banyak berita dapat menyebabkan anak mengalami ansietas atau gangguan kecemasan. Usahakan anak memiliki rutinitas yang saat setiap hari, seperti bangun tidur makan, bermain, belajar dan tidur malam.

“Buat aktivitas belajar rumah bagi anak sesuai usia mereka dan gunakan aplikasi teknologi untuk tetap berinteraksi sosial dengan orang lain,” jelasnya. Sedangkan prinsip imunisasi masa Covid-19, dr Johny menjelaskan prioritaskan imunisasi dasar dan ulangan sampai dengan usia 18 bulan, pertimbangkan juga melakukan vaksin multipel atau dua vaksin pada saat bersamaan. Terutama pada mereka yang sudah mengalami keterlambatan imunisasi.

Selain itu, pisahkan anak sehat dan anak sakit. Bila tempat tidak mungkin dipisahkan, waktu dipisah anak sehat didahulukan, penjadwalan agar tidak bertumpuk. “Disaat menunggu akan melakukan imunisasi lakukan protokol kesehatan. Seperti cuci tangan, menggunakan masker, social distancing,” tutupnya. (Tri Wahyuni)

Related posts