Banana Boat Crew jadi Saksi Laga Terakhir Dwyane Wade

0
Guard Miami Heat Dwyane Wade (REUTERS/USA TODAY Sports/Steve Mitchell)

JAKARTA (Suara Karya): Dwyane Wade menjalani pertandingan NBA terakhirnya dengan catatan mengesankan setelah mencetak triple-double kelima dalam karirnya ketika mengemas 25 poin, 11 rebound dan 10 assist saat timnya Miami Heat menghancurkan Brooklyn Nets 113-94 di New York, Rabu malam atau Kamis WIB.

Di luar lapangan, para sahabat yang sekaligus para bintang NBA seperti LeBron James, Chris Paul, dan Carmelo Anthony, sengaja datang untuk menyaksikan pertandingan terakhir sang maestro yang sudah memutuskan pensiun itu. Bersama Wade, ketiga bintang NBA ini dijuluki kelompok Banana Boat Crew.

James tak dimainkan dalam beberapa pertandingan terakhir Los Angeles Lakers, sedangkan Chris Paul telah memainkan pertandingan terakhirnya musim ini bersama Houston Rockets sehari sebelum Wade bermain. Sementara Anthony belum menyepakati kontrak apa pun dengan Chicago Bulls musim ini setelah akan dilepas Rockets.

“Camkan, kami semua mengawali perjalanan ini bersama-sama,” kata James kepada Fox Sports Southeast. “Tentu saja CP (Chris Paul) bergabung dengan liga beberapa tahun setelah kami, tetapi kami bersaudara, lebih dari sekadar bola basket. CP main tadi malam, kami menjalani pertandingan musim reguler malam lalu, dan Melo ada di sini di New York, jadi kami sudah janjian dan memutuskan datang ke sini.”

Empat sahabat ini kerap jalan bareng selama musim panas dan menyebut diri Banana Boat Crew gara-gara foto yang memperlihatkan mereka menaiki perahu berbentuk pisang yang viral di media sosial pada 2016.

James, yang dua kali menjadi juara NBA bersama Wade di Miami, ditanya soal kenangan favorit bersama sahabatnya, Wade. James menjawab perlu merenung sejenak untuk mendapatkan jawaban yang tepat.

“Maksud saya, kami semua di sini ngobrol semalaman. Sepanjang malam kami mengobrolkan kenangan-kenangan terindah atau kenangan paling indah saya bersama D-Wade.”

“Kami selalu menginginkan yang terbaik untuk satu sama lain, tak peduli itu baik atau buruk. Saya bilang bagian terindah adalah ketika kami kalah (melawan Dallas pada 2011). Karena, tanpa (angka) ’11, tidak akan ada (2013), tidak ada banner (juara 2012) yang tergantung di (American Airlines Arena). Itu yang membentuk kami. Itu yang mengubah kami menjadi tim.” (Bobby MZ)